Serba-serbi Komentar soal Jokowi Bilang 'Setelah Ini Jatah Prabowo'

ADVERTISEMENT

Serba-serbi Komentar soal Jokowi Bilang 'Setelah Ini Jatah Prabowo'

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 09 Nov 2022 07:04 WIB
Jakarta -

Pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengucapkan 'setelah ini jatah Prabowo' terkait pemilihan presiden (pilpres) mengundang beragam reaksi. Para petinggi partai politik (parpol) memberikan komentarnya atas pernyataan Jokowi terhadap Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Jokowi mengucapkan 'setelah ini jatah Prabowo' saat menceritakan pengalamannya menang di semua kontestasi politik, termasuk dua kali menang pilpres dalam sambutan di acara HUT ke-8 Perindo di iNews Tower, Jakarta Pusat, Senin (7/11).

Jokowi mengatakan setelah ini kemungkinan jatahnya Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang merupakan rivalnya di dua pilpres sebelumnya. Jokowi awalnya mengenang masa pemilihan Wali Kota Solo hingga Gubernur DKI Jakarta.

"Saya ini dua kali wali kota di Solo menang, kemudian ditarik ke Jakarta, gubernur sekali menang," kata Jokowi.

Jokowi kemudian diusung untuk maju pilpres dan dua kali berhasil memenangkan kontestasi politik tersebut. Dia lalu meminta maaf kepada Prabowo Subianto sambil menyinggung jatah selanjutnya merupakan jatah Prabowo.

"Kemudian dua kali di pemilu presiden juga menang. Mohon maaf, Pak Prabowo," ujar Jokowi.

"Kelihatannya setelah ini jatahnya Pak Prabowo," sambung Jokowi. Kader Perindo pun riuh dengan pernyataan Jokowi itu. Nama Prabowo terdengar diteriakkan oleh kader Perindo.

Ditemui selepas acara HUT ke-8 Perindo, Jokowi menjelaskan lebih lanjut mengenai pernyataannya soal 'setelah ini jatah Prabowo'. Jokowi mempersilakan pernyataannya itu diartikan sebagai sebuah sinyal dukungan ke Prabowo Subianto.

"Ya diartikan sinyal ya boleh tapi kan saya ngomong juga nggak apa-apa," kata Jokowi kepada wartawan.

Respons PDIP soal Jokowi Bilang Jatah Prabowo

Ketua DPP PDIP Said Abdullah menanggapi pernyataan Jokowi yang menyebut Pilpres 2024 bisa jadi 'jatah' untuk Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Said menilai tak ada masalah soal pernyataan itu.

"Oh ya boleh saja. Sebagai Presiden kan, masa tidak boleh mengeluarkan apapun soal itu," kata Said kepada wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (8/11).

"Siapa pun Pak Jokowi boleh dukung deh," imbuhnya.

Ketua Banggar DPR ini menilai Jokowi ingin menjamin bahwa pemimpin nasional berikutnya bakal melanjutkan program-programnya. Di sisi lain, Said menganggap pernyataan Jokowi itu juga untuk menyemangati Prabowo maju capres.

"Kan Presiden ingin dijamin kesinambungan apa yang sudah dilakukan oleh Pak Jokowi saat ini. Itu biasa saja yang seperti itu," kata dia.

"Setidaknya menyemangati Pak Prabowo untuk maju, dengan semangat '45. Apalagi legacy-nya Bapak Presiden kan begitu," lanjutnya.

Sementara itu, Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah melihat pernyataan Jokowi merupakan cara untuk menyenangkan hati orang lain. Menyenangkan hati orang lain, kata Basarah, merupakan gaya Jokowi.

"Kalau saya melihat dari sisi style Pak Jokowi, Pak Jokowi ini kan seorang pemimpin yang selalu berusaha untuk menyenangkan orang lain," kata Basarah di lokasi acara Bandung-Havana-Belgrade in Global History and Perspective, Bandung, Selasa (8/11).



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT