Niluh Djelantik: Anies Baswedan Berada di Seberang Kami

ADVERTISEMENT

Niluh Djelantik: Anies Baswedan Berada di Seberang Kami

Eva Safitri - detikNews
Selasa, 04 Okt 2022 17:51 WIB
Niluh Djelantik
Foto: Instagram @niluhdjelantik
Jakarta -

Niluh Djelantik meninggalkan posisinya sebagai salah seorang Ketua DPP Partai NasDem usai pengumuman Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres) 2024. Niluh menegaskan dirinya berseberangan dengan Anies Baswedan.

Niluh menjelaskan tidak ada masalah pribadi dengan Anies. Namun dia mengaku tidak suka dengan cara kampanye Anies saat Pilkada 2017.

"Anies Baswedan berada di seberang kami, kami tidak ada masalah dengan beliau pribadi, karena pada saat beliau jadi jubir capres Pak Jokowi itu kami menyambut dengan sangat baik. Kami percaya beliau membawa pesan yang baik untuk negara ini, hingga dilantik jadi menteri, siapapun pilihan Pak Jokowi kami support," kata Niluh kepada wartawan, Selasa (4/10/2022).

Niluh mengaku menjadi orang yang sangat kontra dengan Anies pada Pilkada DKI 2017. Niluh bicara soal dampak polarisasi selama dan setelah Pilkada DKI 2017.

"Tapi pada 2017 hal itu kan berubah. Mbok Niluh sangat menyayangkan bagaimana pembiaran itu terjadi pada saat beliau jadi Gubernur DKI, adanya pembiaran itu dan bagaimana kita akhirnya sebagai anak bangsa terpecah belah, dengan istilah pribumi dan nonpribumi, dan kami menjadi salah satu orang yang paling frontal mengkritik Anies Baswedan," ujarnya.

"Seharusnya kita tahu diri, 'saya kok dikatain Bapak Politik Identitas Indonesia ya', kenapa saya dipanggil seperti itu oleh masyarakat. Seharusnya bisa introspeksi diri, menurut Mbok Niluh jalan terbaik yang harus dilakukan adalah meminta maaf yang sebesar-besarnya," lanjut Niluh.

Niluh awalnya mengapresiasi saat NasDem memutuskan tiga nama menjadi bakal calon presiden (bacapres) termasuk Anies Baswedan. Namun dia sudah berencana keluar dari partai jika NasDem nantinya mengusung Anies.

"Pada saat diputuskan 3 calon Mbok Niluh mengapresiasi, karena ketiga ini adalah anak bangsa terlepas dari kekurangan mereka. Kita support karena kita juga harus hargai pilihan orang lain. Mbok Niluh memutuskan keluar dari Partai NasDem memutuskan terjun masyarakat di akar rumput dengan semampu dan sekuatnya yang Mbok Niluh bisa. Dengan atau tanpa partai politik itu sudah menjadi keputusan Mbok Niluh sejak lama, sejak lama Mbok Niluh sampaikan jika NasDem mengusung Anies Baswedan Mbok Niluh akan mundur," ujarnya.

Meski begitu, Niluh tetap menghargai dan menghormati keputusan yang diambil Surya Paloh. Dia tetap mengakui rasa nasionalisme Surya Paloh.

"Kalau pendapat kita masing-masing kita punya pendapat masing-masing ya. Kita kedepankan Bapak Surya Paloh memiliki rasa nasionalisme yang tidak bisa kita ragukan, karena rasa nasionalisme Surya Paloh Mbok Niluh kita junjung tinggi," ucapnya.

Niluh lantas menilai pemilihan Anies sebagai capres terlalu prematur. Dia mempertanyakan kenapa Ganjar tidak menjadi pertimbangan dalam pemilihan capres.

"Dan akhirnya Anies Baswedan jadi calon presiden bisa ditanyakan ke pimpinan lainnya kenapa Ganjar tidak jadi pilihan satu di antara dua dan apa alasannya dibandingkan misalnya dengan langsung mengatakan Anies Baswedan is the best dan lain sebagainya. Itu kan masih sangat prematur karena kita lihat kerjanya di Jakarta sebagai apa ya, jadi kita nggak langsung mangga yang masih hijau itu kita taruh karbit, itu kan nggak bisa," ucapnya.

Simak juga 'NasDem Percepat Deklarasi Anies sebagai Capres Terkait KPK?':

[Gambas:Video 20detik]



(eva/tor)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT