Fadli Zon Bicara Kedekatan Prabowo dan Jokowi: Biar Masyarakat Damai

ADVERTISEMENT

Fadli Zon Bicara Kedekatan Prabowo dan Jokowi: Biar Masyarakat Damai

Nahda Utami - detikNews
Sabtu, 01 Okt 2022 19:25 WIB
Fadli Zon (Azizah/detikcom)
Foto: Fadli Zon (Azizah/detikcom)
Jakarta -

Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra Fadli Zon bicara terkait hubungan Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dinilai cukup dekat. Fadli menyebut kedekatan dua tokoh itu bisa menciptakan kedamaian di masyarakat.

"Sejauh ini kan lebih profesional. Dalam arti sebagai Menteri Pertahanan," kata Fadli kepada wartawan di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (1/10/2022).

Fadli mengatakan keterpecahan masyarakat terjadi saat Jokowi dan Prabowo maju dalam kontestasi Pilpres 2019. Menurutnya, dibutuhkan jalan keluar agar perpecahan itu tidak terus berlanjut.

"Mantan kompetitor yang cukup keras di 2019 dan saya kira itu adalah suatu hal yang baik kemarin, keterpecahan di masyarakat semakin meluas dengan adanya semacam rekonsiliasi untuk menunjukkan bahwa politik itu tidak harus habis-habisan gitu ya," ucap Fadli.

"Artinya perlu juga dipikirkan satu jalan keluar supaya ada escape way untuk supaya masyarakat juga lebih baik, damai, dan sebagainya," tambahnya.

Respons Fadli Zon soal Prabowo-Jokowi di Pilpres 2024

Fadli kemudian menanggapi terkait wacana duet Prabowo-Jokowi di Pilpres 2024 mendatang. Dia menyebut jangan sampai wacana itu melanggar konstitusi.

"Saya kira namanya juga wacana, tapi harus dilihat juga secara konstitusi apakah itu memungkinkan, ahli-ahli konstitusi perlu berpendapat, jangan sampai ini langgar konstitusi. Karena presiden dan wakil presiden kan satu paket, di Amerika memang tidak boleh. Nah di kita bagaimana?" ujarnya.

Fadli mengaku tak mempermasalahkan adanya wacana tersebut. Namun, kata dia, wacana duet Prabowo-Jokowi perlu ditinjau dan dikaji ulang secara etika politik.

"Kemudian secara fatsun politik, secara fatsun politk juga perlu ditinjau, dilihat begitu. Jadi ya sebagai wacana yang beredar, ya kan katanya orang boleh berwacana, tetapi kita lihat fakta-fakta ya mungkin menurut saya perlu ada kajian-kajian yang mendalam di samping juga fatsun dan moral politik kita harus ditanyakan juga," katanya.

Lebih lanjut, Fadli menilai momen Prabowo gerak cepat menghampiri Jokowi setelah upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila pagi tadi merupakan hal yang wajar. Sebab, Prabowo yang juga sebagai menteri pertahanan kerap berkoordinasi dengan Jokowi.

"Belum tahu, saya pikir karena Prabowo juga Menhan. Itu paling sering bertemu dengan presiden dan koordinasi dalam banyak hal, bertemu di dalam banyak rapat, saya kira itu wajar-wajar saja dan saya kira baik-baik saja sih," imbuhnya.

(nhd/fas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT