Anies Bicara Polarisasi Pemilu, Contohkan Duel Biru-Merah Man City Vs MU

ADVERTISEMENT

Anies Bicara Polarisasi Pemilu, Contohkan Duel Biru-Merah Man City Vs MU

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Jumat, 30 Sep 2022 15:50 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Tiara Aliya/detikcom)
Foto: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Tiara Aliya/detikcom)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bicara soal polarisasi di masa Pemilu. Anies menilai polarisasi adalah hal wajar dalam proses Pemilu.

"Yang penting adalah ketika kita memasuki proses ini harus sadar, pasti akan terjadi polarisasi. Polarisasi terjadi antara dua, tiga, empat kubu dan kita tidak perlu khawatir dengan proses itu karena itu nature-nya proses pemilihan," kata Anies dalam acara Indonesia Milennial and Gen Z Summit 2022 di Jakarta Selatan, Jumat (30/9/2022).

Anies kemudian mencontohkan duel Manchester United melawan Manchester City. Saat pertandingan berlangsung, kata dia, warga Manchester akan terbagi menjadi dua kubu, biru dan merah.

"Kalau Man City bertanding lawan MU, ya terjadi polarisasi antara itu biru atau merah, kemudian birunya udah kusam, merahnya udah nggak cerah, itu normal. Tapi pada ujungnya setelah pertandingan, semua baju merah baju biru itu hilang, kita sekarang bicara sebagai orang Manchester. Ini contoh," katanya.

Anies mengatakan masyarakat sering khawatir polarisasi menimbulkan perpecahan. Padahal, Anies memandang perbedaan pendapat merupakan hal lumrah.

"Kita kadang-kadang khawatir, waduh jangan sampai Pemilu ini terjadi polarisasi loh. Polarisasi itu suatu yang wajar. Tadi bagus itu, seperti balon ada bendulnya lalu kembali lagi. Saya ingin sampaikan, ada polarisasi ada friksi, ada konflik, ada pecah, itu ada stage-nya," jelasnya.

Eks Mendikbud itu berharap semua pihak bersikap dewasa terkait polarisasi dalam Pemilu. Jangan sampai polarisasi selalu dianggap sebagai suatu perpecahan.

"Kita harus dewasa, jangan setiap kali ada polarisasi karena Pemilu, lalu dianggap terjadi perpecahan. Nah yang penting selesai pertandingan maka semua kembali kepada posisi awal sebagai warga negara sekarang bekerja bersama," ucapnya.

Anies juga menilai setiap kampanye politik pasti menonjolkan kekuatannya dan melabeli negatif lawan politiknya. Karena itu, dia mengusulkan publik dapat menilai masing-masing calon berdasarkan rekam kerjanya.

"Kenapa? Karena di dalam masa kampanye masing-masing pihak akan menonjolkan kekuatannya, dan akan melabelkan negatif pada lawannya, itu dua-duanya terjadi," ujarnya.

"Ketika proses kampanye, itu publik perlu dirangsang dari sekarang mari kita bersiap melihat rekam jejak,untuk melihat apa yang sudah dikaryakan, apa yang sudah dihasilkan, sehingga ketika masuk fase pemilu nanti, pada saat proses muncul isu-isu emosional, itu dia tidak menutup tema-tema penting yang menyangkut kesejahteraan masyarakat menyangkut kelangsungan demokrasi," pungkas Anies.

Simak video 'SBY Khawatir Pilpres 2024 Curang, Pengamat: Kampanye Gratis PD':

[Gambas:Video 20detik]



(taa/haf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT