ADVERTISEMENT

Ingin Koalisi Besar, Demokrat Sudah Berpikir Menang Pilpres

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Jumat, 19 Agu 2022 11:55 WIB
Andi Arief (dok. Andi Arief).
Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief. (dok. Andi Arief)
Jakarta -

Partai Demokrat (PD) menjelaskan maksud Waketum PD Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas soal koalisi besar untuk memenangkan 2024 dan menjalankan pemerintahan. Partai Demokrat menyebut sudah menemukan satu perahu dengan PKS dan NasDem.

"Prinsipnya Partai Demokrat sudah menemukan jalan satu perahu dengan PKS dan NasDem. Tapi nggak cukup bicara itu saja. Kita sudah bicara jauh, kalau capres-cawapres yang kita usung menang, kita juga harus memperluas koalisi itu," kata Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief kepada wartawan, Jumat (19/8/2022).

Andi Arief menjelaskan maksud Ibas soal koalisi besar itu mengenai setelah capres yang diusung menang. Kekuatan koalisi yang sudah satu perahu tersebut menurut Andi Arief perlu ditambah.

"Mas Ibas mengatakan bahwa butuh koalisi besar, kalau sudah menang nanti capres-cawapres, dalam pengertian bahwa memang tidak harus seperti saat ini tetapi nanti koalisi yang misalkan terjadi antara NasDem, PKS, dan Demokrat, itu harus ditambah nanti, setelah menang. Sebab syarat untuk menang, sudah ada memenuhi, satu perahunya itu sudah ada," ujar Andi Arief.

Ibas, kata Andi Arief, seperti keputusan partai menginginkan juga harus banyak calon. Agar semakin banyak pilihan, sama seperti yang dikatakan NasDem dan partai-partai lain.

"Tapi itu saja tidak cukup nanti kalau setelah menang. Jadi Partai Demokrat ini masih tetap konsisten bersama PKS dan NasDem, cuma dalam pembicaraan-pembicaraan kita juga sudah berpikir nanti kalau sampai capres yang kita usung menang, kita juga berpikir akan menambah koalisi," ucapnya.

Koalisi besar usai capres yang diusung menang, menurut Andi Arief, seperti pengalaman 2004 pemerintahan Presiden RI ke-6 SBY. Pemerintahan awal SBY saat itu tak diusung partai cukup besar, sehingga kekuatan koalisi dilebarkan.

"Itu memang dalam stabilitas pemerintahan perlu komponen parlemen yang cukup besar, pada wak itu ada dinamika. Jadi tolong dibedakan pendapat Mas Ibas itu, supaya jangan salah mengerti, karena yang dimaksud Mas Ibas adalah sebelum dan sesudah menang," imbuhnya.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:

Lihat juga Video: Demokrat Resmi Daftar Pemilu 2024, AHY Targetkan Raih 15% Suara

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT