Megawati Setuju Ratu Kalinyamat dan dr. Soeharto Jadi Pahlawan Nasional

ADVERTISEMENT

Megawati Setuju Ratu Kalinyamat dan dr. Soeharto Jadi Pahlawan Nasional

Eva Safitri - detikNews
Kamis, 11 Agu 2022 13:26 WIB
Megawati di acara Napak Tilas Ratu Kalinyamat Pahlawan Maritim Nusantara yang digelar TNI Angkatan Laut, di geladak KRI Dewaruci, Jakarta.
Megawati di acara Napak Tilas Ratu Kalinyamat Pahlawan Maritim Nusantara yang digelar TNI Angkatan Laut, di geladak KRI Dewaruci, Jakarta. (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri menyebut Ratu Kalinyamat berhak mendapat julukan pahlawan nasional. Megawati mengungkit kegigihan Ratu Kalinyamat di masa hidupnya menghadapi kolonial Portugis.

Hal itu diungkapkan Megawati saat menjadi pembicara kunci Napak Tilas Ratu Kalinyamat Pahlawan Maritim Nusantara yang digelar TNI Angkatan Laut, di geladak KRI Dewaruci, Jakarta. Megawati menekankan usulan itu bukan karena dirinya subjektif terhadap perempuan.

"Saya setuju banget nama beliau dijadikan pahlawan. Ini kembali bukan karena saya subjektif sama perempuan. Enggak loh saya kan pernah tahu sebagai presiden untuk menjadikan seorang pahlawan itu tidak gampang," kata Megawati seperti dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis (11/8/2022).

Ratu Kalinyamat, dalam catatan Portugis, yakni rainha de Japara, senhora poderosa e rica, de kranige Dame, yang berarti 'Ratu Jepara seorang wanita yang kaya dan berkuasa, seorang perempuan pemberani'. Megawati mengaku heran negara penjajah mengakui Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan, tapi negara sendiri belum melakukannya.

"Coba bayangkan, duh orang penjajah mengakui kok kitanya sendiri ya ndak. Jadi saya setuju banget," kata Megawati.

Megawati lantas mengisahkan beberapa cerita tentang Ratu Kalinyamat, di antaranya membangun kapal perang dan mengirimkannya untuk menyerang Portugis pada tahun 1551, membantu Sultan Johor di Malaka; Sultan Ternate, Sultan Hitu, dan puncaknya pada tahun 1574 ketika membantu Sultan Aceh di dalam menghadapi Portugis.

Megawati kemudian menyinggung juga sosok laksamana perempuan pemberani dari Bumi Serambi Mekah, Aceh. Laksamana Malahayati, mampu mengalahkan Cornelis de Houtman melalui duel satu lawan satu. Lalu, ketegasan yang tidak tertandingi Ratu Shima di Kerajaan Kalingga di Pantai Utara Jawa.

"Ratu Kalinyamat, Laksamana Malahayati dan Ratu Shima hanyalah sedikit contoh, betapa Nusantara begitu kaya dengan tokoh-tokoh maritim, dan banyak di antaranya adalah tokoh perempuan," kata Megawati.

Jelang peringatan 17 Agustus, Megawati mengatakan dirinya juga menerima aspirasi agar dr. Soeharto mendapat gelar pahlawan nasional. dr. Soeharto, semasa hidupnya, memiliki kedekatan spesial dengan presiden dan wakil presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno dan Mohammad Hatta. Bahkan, sejak 1942, dirinya didapuk menjadi dokter pribadi kedua proklamator tersebut.

"Saya karena mau 17, ada yang meminta untuk saya juga mengatakan, seperti dr. Soeharto. Itu kan juga.... Jadi saya bilang pada, bukan Sekmil ya, jadi saya tanya, apa peraturan untuk kepahlawanan, kan itu tanda jasa dan pahlawan, jadi saya tanya apa masih tetap sama seperti waktu saya juga? Jadi menurut saya, saya secara pribadi saya menyetujui karena saya mengenal seperti dr. Soeharto," kata Megawati.

Kembali ke soal perempuan, Megawati berharap kaum perempuan modern Indonesia untuk berani memperjuangkan hak-haknya dan bisa tampil sebagai pemimpin.

"Tolong mereka kaum perempuan yang hidup di NKRI harus sadar, sadar, sadar sepenuh-penuhnya bahwa hak kita adalah sama dengan kaum laki laki," ujarnya.

"Saya punya orang tua yang sangat progresif. Tidak membedakan antara laki-laki dan perempuan," imbuh Megawati.

Simak juga 'Megawati Soroti Kasus Kopda Muslimin: Ironis Banget!':

[Gambas:Video 20detik]



(eva/gbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT