Adu Kuat Calon Penerima 1 Tiket Capres Utuh dari PDIP

ADVERTISEMENT

Adu Kuat Calon Penerima 1 Tiket Capres Utuh dari PDIP

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 11 Agu 2022 08:54 WIB
Puan Maharani dan Ganjar Pranowo
Foto: Puan Maharani dan Ganjar Pranowo

Survei Litbang Kompas

Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, dan Anies Baswedan masih merajai peringkat papan atas survei pencapresan. Survei Litbang Kompas yang terbaru membuktikan dominasi ketiga tokoh potensial capres ini.

Dikutip dari hasil survei Litbang Kompas, Rabu (22/6), berikut urutan elektabilitas tokoh potensial capres tersebut:
1. Prabowo 25,3%
2. Ganjar Pranowo 22%
3. Anies Baswedan 12,6%

Urutan ini belum berubah dibanding hasil survei Litbang Kompas pada Januari lalu. Bedanya, elektabilitas Prabowo dan Anies cenderung turun dibanding hasil survei Januari lalu, masing-masing saat itu Prabowo mendapat 26,5% dan Anies mendapat 14,2%.

Lain dengan elektabilitas Prabowo dan Anies yang turun, elektabilitas Ganjar naik dari hasil survei Januari sebesar 20,5% menjadi 22% dari hasil survei terbaru ini.

Tiket Capres PDIP: Antara Puan dan Ganjar

Puan Maharani dan Ganjar Pranowo dinilai jadi figur terkuat mendapat tiket capres dari PDIP. Puan Maharani cukup kuat di struktur partai, sementara Ganjar cukup kuat di sejumlah survei.

"Jagoan terkuat PDIP tentunya hanya Ganjar dan Puan," kata Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno saat dihubungi, Rabu (10/8).

Adi mengatakan keduanya memiliki kelebihan masing-masing. Menurut Adi, penerimaan publik terhadap Ganjar positif berdasarkan hasil di survei. Sementara, Puan kuat di struktur partai dan memiliki trah politik Sukarno.

Ganjar & MegawatiGanjar dan Megawati. (Pemprov Jateng)

"Harus diakui penerimaan publik terhadap Ganjar positif, menjulang di survei, tapi di struktur partai mendapat resistensi dari sesama koleganya. Sementara Puan kuat di struktur partai, punya trah politik Sukarno, dan belakangan mulai terlihat aktif melakukan kerja-kerja politik. Tentu sebagai upaya menderek elektabilitasnya yang belum muncul signifikan," kata Adi.

Dengan kelebihan masing-masing itu, Adi menilai figur yang akan diusung Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri masih sulit ditebak. Sebab, pengalaman politik PDIP tak bisa disimpulkan hitam putih.

"Itu artinya, sulit ditebak kira-kira siapa yang bakal diusung Megawati sebagai capres PDIP 2024 mendatang. Pengalaman politik dan korespondensi historis politik internal PDIP tak bisa disimpulkan hitam putih," kata Adi.

Adi menyinggung pengusungan PDIP yang berasal dari trah Sukarno pada Pemilu 2004 dan 2009. Sementara di 2 pemilu terakhir, PDIP mengusung Jokowi yang merupakan nontrah politik Sukarno.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT