ADVERTISEMENT

Kode Keras Jokowi King Maker 2024, Untuk Apa?

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Rabu, 10 Agu 2022 12:34 WIB
Warga menunjukan kaos bertuliskan Jokowi yang dibagikan oleh Presiden Joko Widodo usai menghadiri Upacara Penuntupan ASEAN Para Games 2022 di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (6/8/2022). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/YU
Presiden Jokowi. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)
Jakarta -

Presiden Jokowi seolah mengirim kode keras mau jadi king maker Pilpres 2024. Apa yang membuat Jokowi sangat fokus mempersiapkan presiden penerusnya?

Manuver relawan Jokowi menggelar Musyawarah Rakyat untuk menjaring capres pilihan rakyat yang akan diserahkan ke Presiden Jokowi juga statement KIB yang akan menyerahkan nama capres ke Jokowi sebenarnya cukup jelas menggambarkan betapa Jokowi betul-betul serius jadi king maker di jalur relawan maupun partai politik.

Sinyal yang sudah gamblang itu masih diperkuat lagi dengan kemunculan Jokowi di acara CFD di Solo beberapa hari lalu. Kemunculan ini bisa dibaca masyarakat sebagai sinyal politik dari seorang king maker.

"Kemunculan Pak Jokowi didampingi Erick Thohir, Ganjar Pranowo dan Gibran Rakabuming bisa dibaca dalam dua opini publik. Pertama ada pekerjaan besar dari presiden yang harus diselesaikan Menteri BUMN dan Gubernur Jawa Tengah, dan yang kedua tentu opini publik bahwa Ganjar Pranowo dan Erick Thohir akan menjadi pasangan pilihan Pak Jokowi di Pilpres 2024 mendatang. Yang mana yang benar tentu hanya Pak Jokowi, Erick Thohir dan Ganjar yang tahu " kata pakari politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio, kepada wartawan, Rabu (10/4/2022).

Apa yang dilakukan Jokowi dinilai kasat mata menunjukkan upaya Jokowi jadi king maker dalam penentuan kepemimpinan nasional berikutnya. Pertanyaan yang masih tersisa adalah untuk apa kode kerasa soal Ganjar-Erick itu dilempar di Solo, apakah karena relawan sebelumnya melempar kode dukungan Jokowi ke Prabowo Subianto?

Tentu sekali lagi hanya Jokowi yang bisa menjawab pertanyaan politis itu. Hanya saja, menurut Hendri Satrio, sebenarnya Jokowi tak perlu mengirim kode seperti itu.

"Usaha-usaha seperti ini dilakukan Pak Jokowi untuk membentuk opini kepada siapa tongkat estafet kepresidenan akan diberikan kepada tokoh lainnya setelah dirinya di 2024 nanti sebenarnya tidak tepat secara demokrasi. Karena seharusnya seorang presiden tidak boleh menjadi king maker, presiden harusnya memberikan kesempatan kepada masyarakat Indonesia untuk memilih tanpa embel-embel, seperti yang sudah dicontohkan Pak SBY presiden sebelumnya," pungkasnya.

Lihat juga video 'Pak Jokowi Endorse Siapa, Prabowo Atau Ganjar?':

[Gambas:Video 20detik]



(van/rfs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT