Ical Diminta Waspadai Kader Pragmatis di Sekelilingnya

Ical Diminta Waspadai Kader Pragmatis di Sekelilingnya

- detikNews
Kamis, 06 Agu 2009 19:19 WIB
 Ical Diminta Waspadai Kader Pragmatis di Sekelilingnya
Jakarta - Politisi senior Partai Golkar Musfihin Dahlan meminta Aburizal Bakrie (Ical) waspada dengan para kader Golkar yang saat ini merapat kepada dirinya. Jika Ical lengah dan abai terhadap kader-kader golkar yang bermental pragmatis dan transaksional, kasus kegagalan JK memimpin Golkar akan terulang.

"Jangan sampai, nanti Pak Ical itu memilih orang-orang yang orientasinya pragmatis dan transaksional. Sekarang kepengurusan DPP Pak JK itu, dipenuhi orang-orang seperti itu. Mereka dulu berbondong-bondong ke JK, tapi saat sekarang JK jatuh, tidak dalam kekuasaan, mereka ramai-ramai meninggalkan Pak JK," kata Musfihin kepada detikcom, Kamis (6/8/2009).

Menurut Anggota Komisi IX DPR ini, keterpurukan Golkar pada Pemilu 2009 lalu karena disebabkan oleh prilaku para pengurus Golkar yang dominan berorientasi transaksional dan pragmatis. Hal ini berbeda dengan kader yang menjadi pengurus Golkar pada zaman Akbar Tandjung yang mengakomodir kader-kader pergerakan.

"Saya lihat, banyak pengurus DPP Golkar sekarang ini, semua itu boleh dikatakan nggak bisa lagi di pakai. 90 persen orangnya seperti itu (pragmatis dan transaksional). Pak Ical dikelilingi orang seperti ini sekarang. Kalau Pak Ical tidak membersihkan mereka, saya khawatir Pak Ical akan kembali terperangkap seperti Pak JK," ingat Musfihin.

Kasus Lapindo Jadi Kerikil


Musfihin menilai, sosok Ical memang lebih diterima oleh DPD-DPD dibanding kandidat lainnya. Dukungan Ical yang besar itu diyakini akan menjadikan dia mulus menduduki kursi JK sekarang. Tetapi semua itu akan tidak bermakna jika Ical salah memilih pengurus.

Selain itu, lanjut Musfihin, kasus lumpur Lapindo memang menjadi salah satu kendala Ical dalam bertarung di Munas akhir tahun ini. Hal ini disebabkan karena kasus lumpur Lapindo bisa dijadikan isu black campaign. Tetapi, karena isu Lapindo bersifat lokal Jawa Timur, ditambah kader Golkar yang bisa membedakan masalah, kasus Lapindo diyakini hanya akan menjadi kendala kecil.

"Kans Pak Ical untuk menang saya kira akan mulus karena dia dapat dukungan dari Pak Akbar. Apalagi di level bawah, ada kerinduan terhadap kepemimpinan seperti zaman Pak Akbar," paparnya.

"Hanya saja, harus diakui kasus lumpur Lapindo bisa menjadi kendala. Bisa jadi ajang black campaign. Namun karena sifatnya yang lokal dan saya yakin orang Golkar bisa membedakan masalah itu. Ini akan bisa diatasi," pungkasnya.
(yid/ndr)


Berita Terkait