DPT Jadi Poin Krusial, Ketua Pokja DPT Tak Penah Hadiri Sidang

Sidang Gugatan Pilpres

DPT Jadi Poin Krusial, Ketua Pokja DPT Tak Penah Hadiri Sidang

- detikNews
Kamis, 06 Agu 2009 13:47 WIB
 DPT Jadi Poin Krusial, Ketua Pokja DPT Tak Penah Hadiri Sidang
Jakarta - Persoalan daftar pemilih tetap (DPT) terus menjadi poin paling krusial yang dibahas dalam sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) di MK. Namun anehnya, Ketua Pokja Pemutakhiran Data Pemilih, Sri Nuryanti, tidak pernah hadir di persidangan.

"Itu menjadi pertanyaan kami. Ini kan penanggung jawab DPT Ibu Sri Nuryanti. Kok malah Ibu Sri nggak pernah hadir di sini. Padahal kan beliau yang tahu persoalan di bawah," kata anggota Bawaslu Agustiano Tio di sela persidangan di MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta (6/8/2009).

Pantauan detikcom, sejak hari pertama Sri Nuryanti memang tidak pernah hadir di persidangan MK untuk sengketa hasil pilpres. Dari 7 komisioner KPU, hanya 4 yang hadir di ruang sidang, yakni Syamsulbahri, Endang Sulastri, Andi Nurpati, dan I Gusti Putu Artha. Kecuali Syamsul yang selalu hadir di setiap sesi, yang lain datang secara bergantian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sri Nuryanti dan Abdul Aziz memang sempat hadir di MK saat hari pertama, namun tidak masuk ke ruang sidang. Sedangkan Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary tidak tampak hadir sama sekali. Saat KPU memberikan keterangan soal DPT, yang tampil adalah Endang Sulastri dan I Gusti Putu Artha.

Saat dikonfirmasi, Endang Sulastri mengaku ketidakhadiran Sri Nuryanti adalah karena harus menyiapkan bahan-bahan persidangan. "Kan bagi-bagi tugas. Beliau menyiapkan bahan-bahan," kata Endang. Namun Endang sempat mengaku Sri Nuryanti pernah diminta hadir. "Pernah diminta sih," akunya.

Ketika ditanya lebih jauh mengapa Sri Nuryanti tidak bersedia, Endang memilih berkelit. "Kok pertanyaannya kayak Bawaslu," katanya sambil berlalu.

(sho/yid)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini