Calon Menhan: Hassan Wirajuda, Sjafrie, Sutanto atau Djoko Suyanto?

- detikNews
Kamis, 06 Agu 2009 12:48 WIB
Jakarta - Komposisi sipil dan militer dalam kabinet pemerintahan baru SBY tidak banyak berubah dibanding yang sekarang. Pos kementrian yang saat ini dijabat oleh sipil diperkirakan akan tetap dipertahankan, termasuk untuk posisi menteri Departemen Pertahanan.

"Nama yang masuk kandidat menhan adalah Hassan Wirajuda (Menlu)," ujar salah seorang petinggi di Tim Pemenangan SBY-Boediono yang tidak mau disebutkan namanya kepada detikcom di Jakarta, Kamis (6/8/2009).

Menurut sumber itu, salah satu yang membuat SBY kepincut dengan Wirajuda adalah peran dan sepak terjangnya di forum internasional. Kerja Wirajuda dinilai sangat terasa hasilnya seperti, masuknya Indonesia sebagai anggota tidak tetap DK PBB 2008, kembali terlibat dalam misi pasukan perdamaian PBB, jadi anggota Komnas HAM PBB dan G20.

"Selain itu trend dalam negara demokrasi di dunia, Menhan biasanya kan dijabat oleh sipil, bukan militer, termasuk di Amerika," paparnya.

Menurut dia tugas menhan 2009-2014 lebih banyak pada aktifitas memperkuat jaringan kerja sama dengan komunitas internasional. Tugas ini menyusul kebijakan AS mencabut embargo militernya pada 2005 dan mulai efektif sejak 2007. Tapi bukan berarti militer Indonesia kembali condong ke AS.

"Di RAPBN 2010 anggaran pertahanan naik drastis dan ini membuat Indonesia semakin dilirik produsen senjata. Bila menhan tidak kuat dan luas lobi internasional bisa-bisa alutsista kita lagi-lagi tergantung AS dan negara-negara NATO. Padahal SBY nggak mau itu," imbuhnya.

Dia mengaku juga mendengar isu yang menyebut Safrie Sjamsuddin yang kini menjabat sebagai Sekjen Dephan merupakan kandidat kuat calon Menhan. Portal media detikcom yang meminta konfirmasi Syafrie mengenai kabar tersebut, dia menjawabnya dengan senyuman tipis.

Selain kedua tokoh diatas, nama Joko Suyanto, Sutanto dikabarkan masuk dalam bursa Menhan. tetapi sekali lagi, semua keputusan akhirnya tetap berada di tangan SBY." Pak SBY sekarang ini sangat berkuasa penuh. Bisa saja info yang beredar sekarang tiba-tiba berubah di detik terakhir," pungkasnya.

(lh/yid)