MK Sebut Ada Kecurangan Masif, Peluang Pilpres Ulang Terbuka

MK Sebut Ada Kecurangan Masif, Peluang Pilpres Ulang Terbuka

- detikNews
Kamis, 06 Agu 2009 11:15 WIB
MK Sebut Ada Kecurangan Masif, Peluang Pilpres Ulang Terbuka
Jakarta - Kemungkinan untuk pemungutan suara ulang Pilpres terbuka lebar jika Mahkamah Konstitusi (MK) berhasil membuktikan bahwa terjadi kecurangan pemilu masif di sejumlah wilayah tanah air. Namun wacana Pilpres putaran kedua kurang relevan saat ini.

"Ya kalau MK menyatakan ada kecurangan masif ya itu wewenang MK, tinggal bagaimana KPU menyampaikan bukti. Segala kemungkinan bisa terjadi apakah itu pemungutan suara ulang atau putaran kedua Pilpres," ujar pengamat pemilu, Direktur Utama Cetro Hadar Navis Gumay, kepada detikcom, Kamis (6/8/2009).

Menurut Hadar, MK cukup membuktikan adanya kecurangan dalam Pilpres. Maraknya penggelembungan DPT dan kecurangan formulir C1, misalnya, bisa membuat MK memutuskan pemungutan suara ulang Pilpres.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk pemungutan suara ulang, MK tidak harus membuktikan suara yang
lari ke pasangan tertentu. MK cukup membuktikan pelanggaran yang masif, banyaknya pemilih yang tidak diundang, atau pelanggaran formulir C1," ungkap Hadar.

Mengenai keinginan sejumlah pihak agar Pilpres putaran kedua diulang, Hadar tidak sependapat. Bagi Hadar, terlalu rumit untuk membuktikan suara yang hilang masuk ke kantong salah satu capres.

"Terlalu cepat menurut saya menyimpulkan pemilu putaran kedua. Untuk memutuskan putaran kedua harus ditemukan bukti bahwa kecurangan yang mengakibatkan penggelembungan suara menguntungkan salah satu capres," imbuhnya.

Jika sampai pemungutan suara ulang terjadi, Hadar berharap banyak pihak mengawasi kinerja KPU. "Waktu kita sangat terbatas, nanti kalau dilaksanakan ya kita bersama harus mengawasi KPU, tidak boleh dibiarkan bekerja sendiri. Yang kita harus dorong adalah MK pastikan betul bahwa DPT amburadul, apabila tidak dinyatakan sebagai kecurangan ya sulit juga," tegasnya.

Mahfud mengeluarkan pernyataan itu untuk mengomentari kasus beredarnya ribuan formulir C1 palsu buatan Tim SBY-Boediono di Kota Tangerang, Banten pada hari H Pilpres. Formulir itu beredar di ribuan TPS di Kota Tangerang yang memiliki 2700 TPS.
(van/iy)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini