"Munas Golkar sebagai momentum regenerasi adalah suatu keharusan, tanpa harus ada konflik tua-muda, apalagi saling serang dengan black campaign," ujar Politisi Golkar, Ferry Mursyidan Baldan, kepada detikcom, Kamis (6/8/2009).
Menurut Ferry, masih banyak yang harus dibahas dalam Munas Golkar dua bulan lagi, daripada sekadar berselisih berebut posisi Ketum. Grand strategi menghadapi Pemilu 2014, melakukan Konsolidasi, membangun militansi, dan menata PG sebagai salah satu aset bangsa harus dijadikan agenda.
"Jika sang kandidat yang sudah muncul saling serang (negatif campign), pasti akan ada penilaian bahwa jika dalam internalnya saja melakukan negatif campign maka apalagi dalam pemilu. Hal ini akan menjadi "penghalang" bagi masyarakat untuk memilih Golkar,"ungkap Ferry.
Mengenai sosok Ketum Golkar, Ferry punya kriteria sendiri. Menurutnya, Golkar membutuhkan seorang pemimpin berjiwa pemersatu. "Untuk itu maka Golkar sangat membutuhka figur integrator yang mampu menkonsolidir potensi partai, dengan membangun harmoni segenap keragaman aset dan potensi Golkar," pungkasnya.
(van/anw)











































