DetikNews
Rabu 05 Agustus 2009, 13:23 WIB

Wacana PDIP Masuk Kabinet, Gejala Demokrasi Tidak Sehat

- detikNews
Wacana PDIP Masuk Kabinet, Gejala Demokrasi Tidak Sehat
Jakarta - Sinyalemen merapatnya PDIP masuk dalam kabinet pemerintah mendatang dinilai sebagai gejala tidak sehat untuk demokrasi Indonesia. Masuknya PDIP dalam koalisi partai pendukung SBY akan menyebabkan fungsi checks and balances tidak berjalan.

\\\"Ini bukan gejala yang sehat untuk demokrasi Indonesia,\\\" kata mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Prof Azyumadri Azra dalam diskusi \\\'Masyarakat Sipil dan Demokratisasi\\\' yang diselenggarakan Jaringan Pendidikan Pemilih Rakyat (JPPR) di Hotel Grand Mahakam, Jl Mahakam, Jakarta Selatan, Rabu (5\/8\/2009).

Azyumardi menjelaskan, gejala tersebut menandakan kerawanan untuk masa depan demokrasi Indonseia. Koalisi pendukung SBY akan menjadi gemuk dan cenderung otoritarian.

\\\"Kalau PDIP jadi masuk kabinet, siapa yang mengontrol DPR? Belum lagi kalau Golkar yang menang Aburizal Bakrie, Golkar pasti akan berkoalisi dengan Demokrat,\\\" jelasnya.

Ketua Lembaga Hikmah PP Muhammadyah Bachtiar Effendi menambahkan, manuver PDIP tidak akan membuat demokrasi menjadi hidup. Tragisnya, ke depan kita harus melihat pemerintahan berjalan tanpa prinsip demokrasi.

\\\"Ini sudah menandakan kematian civil society. Tidak ada kelompok yang mengimbangi kekuasaan negara,\\\" imbuhnya.



(ape/nrl)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed