3 Skema Permohonan Mega-Prabowo ke MK

Gugatan Hasil Pilpres

3 Skema Permohonan Mega-Prabowo ke MK

- detikNews
Selasa, 04 Agu 2009 19:15 WIB
 3 Skema Permohonan Mega-Prabowo ke MK
Jakarta - Sidang sengketa hasil Pilpres 2009 digelar untuk pertama kalinya di Mahkamah Konstitusi (MK). Tim Mega-Prabowo menyampaikan permohonannya di hadapan majelis hakim yang dipimpin Ketua MK Mahfud MD. Berikut ini pokok-pokok permohonan Tim Mega-Prabowo.

Dalam permohonan yang dibacakan di sidang Mahkamah Konstitutusi (MK) di Gedung MK, Jl Medan Merdeka Barat, Selasa (4/8/2009), Tim Mega-Prabowo menyampaikan 3 skema pilihan permohonan.

Skema pertama, mereka meminta agar MK membatalkan hasil pilpres yang tercantum dalam Surat Keputusan KPU Nomor 365/Kpts/KPU/Tahun 2009 tentang penetapan rekap hasil pilpres. Mereka juga meminta KPU memperbaiki perolehan hasil pilpres dengan angka yang mereka anggap benar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut tim Mega, perolehan suara yang benar untuk Mega-Prabowo adalah 32,5 juta (35,06 persen, SBY-Boediono 45,2 juta (48,7 persen), dan JK-Wiranto 15 juta (16,24 persen).

Skema kedua, Tim Mega-Prabowo meminta agar MK membatalkan penetapan hasil pilpres dalam SK KPU Nomor 365 dan memerintahkan KPU menggelar pemilu ulang di seluruh wilayah Indonesia.

Skema ketiga, Tim Mega-Prabowo meminta agar MK membatalkan penetapan hasil pilpres dalam SK KPU Nomor 365 dan memerintahkan KPU menggelar pemilu ulang di 25 provinsi di Indonesia.

Pokok-pokok Materi

Dalam permohonannya, Tim Mega-Prabowo menyebut terjadi penggelembungan suara untuk pasangan SBY-Boediono di 25 provinsi. Penggelembungan ini telah menaikkan suara SBY-Boediono dari aslinya 45.215.927 menjadi 73.874.562 atau naik 28.658.634 juta.

Penggelembungan suara ini, menurut Tim Mega-Prabowo, dilakukan dengan kesengajaan secara sistematis, terstruktur, dan massif oleh KPU selaku termohon. Beberapa indikasi yang disebut adalah kelalaian dalam penyusunan daftar pemilih tetap (DPT).

Selain itu masalah penggunaan DPT yang tidak sah menurut hukum, kelalaian menindaklanjuti temuan pelanggaran yang dilaporkan oleh pasangan calon lain atau Bawaslu, pengurangan TPS sebanyak 68.918 TPS yang berpotensi menghilangkan suara 34,4 juta pemilih, dan lain-lain juga menjadi alasan.

Selain itu Tim Mega-Prabowo juga menyebut bahwa di daerah-daerah yang tingkat partisipasinya rendah, pasangan SBY-Boediono memperoleh suara signifikan. Dan di tempat-tempat itu banyak ditemukan hasil perolehan suara yang ganjil baik dalam konteks sosio-kultural maupun ideologis.

(sho/yid)


Berita Terkait