"Bagi Golkar tidak masalah kalau memang didesain kesana, saya menyambut baik rencana ini biarkan semua alamiah. Itu sah-sah saja, halal halal saja, tidak boleh dilarang," ujar Ketua DPP Golkar Priyo Budi Santoso, saat berbincang dengan detikcom di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (3/8/2009).
Sekalipun belum memutuskan sikap politik secara resmi melalui Musyawarah Nasional (Munas), Priyo sudah yakin partainya akan merapat ke koalisi SBY-Boediono. Kehadiran PDIP di kabinet pun, katanya, tidak mengganggu niat Golkar untuk bergabung.
"Posisi kami masih menunggu Munas, namun Golkar kemungkinan besar bergabung dengan pemerintah. Mengenai PDIP, kalau itu pilihan politik, ya apa boleh buat," kata Priyo.
Lepas dari itu, Priyo mengaku terkejut dengan pernyataan Ketua Dewan Pertimbangan Pusat PDIP, Taufiq Kiemas. Sebabnya, Taufiq belum pernah menyatakan hal itu sebelumnya.
"Mungkin mengejutkan karena statement ini berasal dari tokoh senior PDIP, Taufiq Kiemas," tukas Priyo.
Namun demikian, Priyo mengaku tidak khawatir. Ia mencontohkan betapa
mulusnya pemerintahan era Soeharto yang didukung hampir semua komponen parpol.
"Memang beberapa analisa menyatakan demokrasi Indonesia ke depan menjadi tidak menarik karena sebagian besar parpol nempel pemerintah. Namun pada zaman Soeharto juga demikian dan semua berjalan baik-baik saja," jelasnya.
(van/lrn)










































