Sumber detikcom menceritakan sedikitnya ada 3 kader PDIP yang diajukan dalam paket koalisi SBY dan PDIP. Mereka adalah Taufiq Kiemas untuk posisi ketua MPR, Pramono Anung dan Tjahjo Kumolo untuk posisi menteri di kabinet SBY.
"Tiga tokoh PDIP ini sudah mulai diperbincangkan, meski ada sebagian kecil dari kalangan dalam yang menentang," kata sumber detikcom di internal PDIP Senin (3/8/2009).
Terobosan Taufiq yang bersedia berkoalisi dengan SBY karena politisi gaek PDIP ini berfikir realistis dan pragmatis. Jika PDIP kembali memposisikan diri sebagai oposisi, maka partai berlambang kepala banteng moncong putih ini tidak akan pernah lagi menikmati kekuasaan. Karena pemilu 2014 juga belum tentu suara PDIP akan meningkat seiring lengsernya Mega sebagai ketua umum partai.
"Kabarnya, sikap Pak Taufiq ini karena didasari rasa kasihan kepada kader-kader terbaik PDIP yang tidak terpakai jika tidak berkoalisi. Orang seperti Pramono Anung dan Tjahjo Kumolo, kalau PDIP tidak berkoalisi akan nganggur, padahal mareka itu layak dari sisi kapasitasnya," paparnya.
Apakah keputusan TK yang akan membawa gerbong PDIP berkoalisi dengan SBY tidak menimbulkan persoalan internal? Bukannya Megawati masih dendam dengan kemenangan SBY yang dinilai penuh kecurangan?
Sumber itu menjawab bahwa persoalan perbedaan sikap politik pasti akan terjadi konflik. "Kalau soal itu saya yakin pasti ada. Tetapi saya yakin Pak Taufiq akan bisa mengatasinya. Karena semua ini untuk kepentingan partai," ujar dia.
(gah/asy)











































