"Ini saya kira bisa ditarik kesimpulan sebagai langkah rekonsiliasi setelah pemilu selesai. Persaingan tajam antara PDIP dan Partai Demokrat itu perlu dihapus untuk memulai sejarah baru," kata pengamat politik dari UI Arbi Sanit kepada detikcom, Senin (3/8/2009).
Menurut Arbi, dalam sistem demokrasi modern, seharusnya semua pihak yang ikut berkompetisi di pilpres siap kalah dan menang. Jika memang tidak dikehendaki rakyat dan kalah, seharusnya para kompetitor itu menerima dan menyatakan dukungan bagi yang menang. Dalam konteks itulah aksi politik SBY dan TK ingin ditampakkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apakah sikap politik Taufiq Kiemas yang bersedia bekerjasama dengan SBY ini akan mempengaruhi sikap politik internal PDIP. Misalnya akan terjadi perbedaan politik antara Megawati dan Taufiq Kiemas, Arbi menjawab, "Itu akan dialami semua partai. Kalau ada perbedaan sikap politik, ya nanti ada kemungkinan terbelah."
(yid/nrl)










































