Partai Golkar Butuh Pemimpin Bertipe Solidarity Maker

Partai Golkar Butuh Pemimpin Bertipe Solidarity Maker

- detikNews
Sabtu, 01 Agu 2009 08:04 WIB
Partai Golkar Butuh Pemimpin Bertipe Solidarity Maker
Jakarta - Kekalahan Partai Golkar dalam pemilu dinilai akan makin merunyamkan perpecahan di tubuh partai beringin. Karena itu, Golkar membutuhkan pemimpin yang mempunyai tipe Solidarity Maker (penggalang solidaritas).

"Saya kira iya. Yang harus dicari adalah solidarity maker, yang bisa menyatukan friksi-friksi akibat majunya Jusuf Kalla sebagai capres," kata pengamat politik dari Universitas Diponegoro (Undip) Yulianto.

Hal itu dikatakan dia kepada detikcom, Kamis (31/7/2009), saat dimintai pendapat seputar bursa calon ketua umum Golkar yang mulai memanas akhir-akhir ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakan Yulianto, tokoh Golkar yang bisa menjadi solidarity maker adalah tokoh yang dapat diterima semua kalangan. Dia juga sosok yang akomodatif terhadap semua kepentingan serta memiliki jam terbang tinggi di partai.

Senada dengan pendapat pengamat lainnya, Yuli mengatakan, pertarungan calon ketum Golkar nantinya akan terbagi menjadi dua kubu. Yakni kubu yang berparadigma Golkar menjadi partai oposisi melawan kubu yang memihak pemerintah (konservatif).

"Yang berparadigma oposisi itu Surya Paloh Cs, yang juga menceraikan SBY-JK. Jadi jika yang jadi Surya Paloh, Golkar akan menjadi opoisi. Sedangkan yang berpihak kepada pemerintah adalah Aburizal Bakrie, karena mentalnya penguasa dan juga untuk pengamanan bisnis," imbuh Yuli.

Yuli melanjutkan, pertarungan kandidat Ketum Golkar pada acara Munas Golkar nanti sangat ditentukan oleh modal yang dipunyai masing-masing calon.

"Selama ini, pemilihan di Golkar banyak dikalahkan oleh uang. Yang sudah memperbaiki 'kapal' Golkar kan Akbar Tanjung, tapi dia dikalahkan oleh uang," pungkasnya.
(irw/irw)


Berita Terkait