"Kita ikuti saja proses ini, tapi kalau putusan MA seperti itu dan betul mengurangi kursi Gerindra, kita akan ambil sikap politik," ujar Sekretaris Jenderal Gerindra, Ahmad Muzani, dalam dialog di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (31/7/2009).
Muzani mengaku kecewa dengan putusan MA yang membatalkan penghitungan kursi tahap dua itu. Seakan-akan, usaha keras para caleg Gerindra di daerah pemilihan hilang tanpa hasil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Muzani berharap nanti DPR dapat bekerja lebih baik lagi dalam membuat undang-undang. Celah-celah dalam undang-undang yang memunculkan gugatan seharusnya tidak terjadi.
"DPR bersama eksekutif bagaimana menyusun undang-undang agar tidak ada celah,"
harap Muzani.
Untuk sementara ini, menurut Muzani, Gerindra tetap fokus melalui jalur hukum.
"Kita ingin meneguhkan bahwa KPU-lah eksekutor pemilu, oleh karena itu upaya
hukum terus kita lakukan," tegasnya.
Sikap politik seperti apakah yang akan diambil Gerindra jika nyata-nyata
kursinya hilang? "Kita berani, tunggu saja nanti," jawabnya singkat.
(van/ken)











































