SBY Buang Golkar dari Kabinet?

SBY Buang Golkar dari Kabinet?

- detikNews
Jumat, 31 Jul 2009 13:36 WIB
 SBY Buang Golkar dari Kabinet?
Jakarta - Kabinet SBY periode 2009-2014 terus ramai dibicarakan sampai diumumkan menjelang pelantikan. Beberapa kader Golkar kabarnya tidak akan dipakai lagi karena elit dari partai warisan Soeharto itu dianggap sulit diatur. Kabarnya SBY lebih suka memilih kader dari PDIP yang dinilai lebih loyal daripada Golkar.

"Kalau Golkar kayaknya no more, karena Golkar rese' sih. Mendingan PDIP. Apalagi Bu Mega dan Pak Boediono sudah ketemu. Terus SBY dan Prabowo juga sudah ketemu," kata sumber detikcom di lingkungan Istana, Jumat (31/7/2009).

Menurut salah satu pejabat teras tim sukses kampanye SBY-Boediono ini, kekecewaan SBY kepada Golkar karena partai yang pernah bersama-sama mengemban amanat rakyat selama 5 tahun lalu ini dinilai tidak gentle mengakui kemenangan SBY. Bahkan Golkar dinilai berpotensi menjadi kerikil dalam pemerintahan mendatang jika dimasukkan kabinet.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya karena Golkar dinilai tidak konsisten saja. Mungkin dalam Pemilu 2014, pesaing PD ya Golkar juga salah satunya," paparnya.

Sebelumnya beredar isu itu, SBY kabarnya akan tetap merangkul kader partai Golkar dalam kabinet. Bahkan untuk kepastian itu, SBY kabarnya telah memberikan restu kepada Aburizal Bakrie untuk maju sebagai ketua umum Golkar.

Harapannya, jika Ical menang, SBY bisa dengan mudah mensinkronkan Golkar ke dalam bagian dari partai pendukung pemerintah. Namun isu dan sinyalemen itu seakan bertolak belakang dengan sikap tim kampanye JK-Wiranto yang ternyata tidak begitu saja diam dalam menyikapi hasil pilpres.

Kabarnya, meski telah mendapat tawaran 4 kursi menteri jika mau menerima hasil pilpres, ternyata tim kampanye pasangan nomor urut 2 ini memilih mengugat hasil pilpres ke MK. Mereka menganggap hasil pilpres banyak kecurangan. Ini berarti di kubu JK, selain Mega, menganggap kemenangan SBY penuh dengan kecurangan.

Akibat sikap inilah, SBY seakan kembali ingin menegaskan bahwa tanpa Golkar pun pasangan duet SBY-Boediono bersama partai-partai koalisi akan mampu menjalankan pemerintahan dan amanat rakyat. Jika benar SBY mengambil sikap ekstrem itu, untuk pertama kalinya dalam sejarahnya, Partai Golkar akan berada di luar pemerintahan sebagai oposisi. Apakah Golkar siap?

(van/nrl)


Berita Terkait