Kabar tersebut diperoleh kalangan wartawan dari orang dekat SBY yang enggan disebutkan namanya.
"Itu kan jabatan politik, jadi boleh-boleh saja," kata anggota Dewan Pakar DPP Partai Demokrat, Sutan Bhatoegana, saat dikonfirmasi terkait kabar ini oleh wartawan di Jakarta, Rabu, (29/7/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seperti pada 2004 silam, SBY menekankan akan menempatkan orang yang berpengalaman di posisi menteri teknis," jelasnya.
Menurut sumber tersebut, Sutanto yang mantan Kapolri ini memang dikenal dekat dengan SBY, terutama sama-sama lulusan terbaik di Akabri angkatan 1973. Sutanto pun sempat menjadi tim sukses SBY-Boediono dalam Pilpres 2009 ini.
Sementara, Gita Wirjawan adalah sosok profesional di bidang financial dan menjabat sebagai Komisaris di Pertamina. Selain itu, Gita juga memiliki sejumlah usaha di bidang migas, seperti PT Ancora International, konsultan di perusahaan finance investment GP Morgan dan perusahaan private equity investment GoldmanSach.
Sedangkan, anggota Komisi XI DPR dari FPAN Dradjad Wibowo menambahkan, Sutantomemiliki relefansi dengan melihat kemampuan di bidang keamanan, bukan hanya dari teknis bidang energi.
"Sebab, bidang ini tidak sekadar urusan tambang, tapi juga terkait urusan keamanan," ungkapnya.
Terkait minimnya pengalaman Sutanto di bidang teknis energi, diakui Drajat, karena bari beberap bulan menjabat sebagai Komisaris Utama Pertamina. "Kalau Sutanto cepat belajar, bukan tidak mungkin dia menguasai bidang itu," ujar pengamat ekonomi ini.
Mengenai figur Gita Wirjawan justru menurut penilaian Drajat sangat kecil kemungkinannya untuk didudukan sebagai Menteri ESDM.
"Aneh kalau dia. Kelayakannya kurang. Background-nya lebih ke finance, jadi lucu saja kalau dia yang maju," tandasnya.
(zal/rdf)










































