βKita malam ini mendoakan agar semua proses damai termasuk proses di MK, karena kita memang ingin SBY menang dalam pilpres sekarang dan tuntas di MK,β ujar Ketua Koalisi Kerakyatan Jumhur Hidayat dalam acara Syukuran Kemenangan SBY-Boediono di Wisma Antara, Jl Medan Merdeka Selatan, Senin (27/7/2009).
Jumhur mengatakan, selisih hasil pemilu merupakan hal biasa terjadi. Perihal
adanya indikasi kecurangan dalam pilpres 8 Juli lalu, semua diserahkan kepada Mahkamah Konstitusi (MK) nanti yang akan memutuskan.
βKecurangan bisa terjadi pada siapa saja, boleh jadi merugikan JK-Win di TPS
yang satu dan merugikan SBY di TPS yang lain, begitu juga dengan Mega Prabowo. Itu semua nanti akan diatur oleh MK,βimbuhnya.
Mengenai masalah Daftar Pemilih Tetap (DPT), Jumhur mengaku itu adalah satu hal yang berbeda. DPT bisa dianggap sebagai suatu ketidaksempurnaan yang tidak serta merta sama dengan sengketa hasil pemilu.
"Itu tinggal nanti dibuktikan saja, saya tidak mau bicara terlalu banyak yang pasti lembaga survei punya metode yang ilmiah dan suaranya hampir sama semua. Kita malam ini mendoakan termasuk semua proses damai termasuk proses di MK, karena kita memang ingin SBY menang dalam pilpres sekarang dan tuntas di MK,β katanya
(mpr/mad)











































