membuktikan tidak seriusnya SBY-Boediono pada koalisi partai politik pendukungnya. SBY dinilai akan meninggalkan koalisi partai politiknya itu
dalam penentuan susunan kabinet di pemerintahannya.
"Kabinet makin tidak jelas dan tidak komitmen terhadap teman-teman koalisi. Koalisi SBY terancam bubar. Ada baiknya mencermati perkembangan saat ini, terbukti bahwa memang SBY tidak akan ambil pusing dan cenderung akan cuci tangan terhadap masalah itu," kata anggota Tim Sukses Mega-Prabowo, Jackson Kumaat,Β melalui pesan singkatnya yang diterima detikcom, Senin (27/7/2009).
Menurut Jackson, salah satu kelemahan SBY selama era 2003-2008 adalah selalu lupa dengan teman-temannya dan cenderung cuci tangan terhadap masalah temannya yang memperjuangkannya pada Pilpres 2004. "Dan sekarang dihadapi oleh koalisi SBY tahun 2009," jelasnya.
Sekjen DPP Pakar Pangan ini mengatakan, ketika makin tidak jelasnya kepastian
kabinet, yang seharusnya sudah disampaikan secara lisan dan tulisan oleh SBY kepada koalisi parpol ditambah dengan putusan MA membuktikan asumsi seperti itu.
"Semakin jelas bahwa memang teman-teman koalisi SBY akan dilupakan dan SBY akan lebih fokus dengan citra pribadinya dan Partai Demokrat," ungkapnya.
Oleh karena itu Jackson menyarankan, ada baiknya untuk melakuka tekanan ketika SBY mencederai janjinya tentang kabinet dan melupakan PKS, PPP dan PAN tentang kursi DPR yang dihabisi.
"Teman-teman koalisi harus mengatakan bahwa akan meninggalkan SBY serta bergabung dengan PDIP, Gerindra dan Hanura untuk membangun oposisi yang kuat. Sekali lagi, perlakuan SBY terhadap JK, M Yasin, Ventje Rumangkang, Sys NS bisa saja terjadi di koalisi 2009. Siap-siap dan waspadalah!" pungkasnya.
(zal/mad)











































