"Tidak juga kalau secara langsung," jawab Yuddy Chrisnandi, Senin (27/7/2009), di Graha Niaga, Jl Sudirman, Jakarta.
Dia membenarkan salah satu agenda utama kepemimpinnya di Partai Golkar kelak adalah mempersiapkan kader terbaik untuk maju dalam Pilpres 2009. Kader terbaik itu bisa siapa saja sepanjang memenuhi empat kriteria bakal calon capres, yakni;
1. Memiliki integritas dan kepribadian kuat.
2. Mempunyai kapabilitas dan kapasitas sebagai negarawan.
3. Rekam jejak yang bersih, terutama tidak terlibat politik uang.
4. Akseptabilitas yang tinggi di masyarakat.
"Ini nantinya kami pakai sebagai pertimbangan memilih kader terbaik," jelas Yuddy.
Perjalanan sejarah DPP Partai Golkar pasca reformasi menunjukkan bahwa ketua umum selalu mendapat dorongan kuat dari kalangan internal untuk maju dalam kontes pemilihan presiden. Contoh terbaru adalah majunya Jusuf Kalla (JK) dalam Pilpres 2009.
Di dalam Pilpres 2004, sebenarnya Akbar Tandjung (ketum DPP Golkar saat itu) juga berminat maju sebagai kontestan. Sayangnya dirinya kalah dalam mekanisme internal yang ternyata justru memberikan kemenangan kepada Wiranto yang notabene bukan kader Golkar.
(lh/nrl)











































