Pengamat: Tak Akui Kemenangan Lawan, Mega-Prabowo Bukan Negarawan

Pengamat: Tak Akui Kemenangan Lawan, Mega-Prabowo Bukan Negarawan

- detikNews
Minggu, 26 Jul 2009 23:07 WIB
Pengamat: Tak Akui Kemenangan Lawan, Mega-Prabowo Bukan Negarawan
Jakarta - Dijadikannya Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebagai bukti untuk melapor ke Mahkamah Konstitusi (MK) oleh pasangan capres-cawapres dinilai sebagai pola lama untuk tidak mengakui kemenangan lawan. Tindakan tersebut justru dianggap tidak menunjukkan sikap kenegarawanan.

"Menggunakan alasan adanya kecurangan DPT untuk menolak hasil pemilu itu lagu lama," kata pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Mawadi Rauf saat dihubungi detikcom, Minggu (26/7/2009) malam.

Menurut Maswadi, semua pasangan capres-cawapres seharusnya menghargai hasil
rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU). Para pasangan diharapkan bisa
mengakui kemenangan pihak lawannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jika mengaku negarawan, harusnya bisa mengakui kemenangan lawan dan lapang
dada," ungkap guru besar Ilmu Politik UI ini.

Lebih lanjut, Maswadi juga menanggapi sikap kubu Mega-Prabowo yang tidak ikut hadir di KPU pada saat penetapan hasil rekapitulasi suara. Dikatakan dia, hal tersebut justru tidak mencerminkan sikap Mega-Prabowo sebagai politisi bagi masyarakat luas.

"Sangat tidak mencerminkan politisi di masyarakat. Saya pikir tidak ada orang yang bersimpati pada orang yang tidak mengakui hasil pemilu. Semua kata-kata mereka tidak terbukti, berarti mereka tidak memiliki sikap kenegarawanan," pungkasnya.

(nov/lrn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini