Tim Kampanye Nasional (TKN) Mega-Prabowo menilai, pernyataan presiden tersebut sudah terlajur menjadi konsumsi publik, sehingga siapa yang benar dan siapa yang salah dalam hal ini lebih baik dibuktikan bersama.
"Ini sudah jadi konsumsi dalam ruang publik. Kalau mau betul siapa yang bener siapa yang salah, tanpa bermaksud memperkeruh suasana dan kondisi, ya kan rekamannya ada. Media punya semua. Ya diulang-ulang aja, didengerin bersama," kata Sekjen PDIP yang juga penasihat Tim Kampanye Nasional Mega-Prabowo, Pramono Anung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi pasangan Mega-Prabowo, kata Pramono, hal terpenting bukanlah menanggapi pernyataan presiden yang kontroversial itu, tetapi bagaimana pemerintah segera menyelesaikan tragedi yang telah memakan 9 korban jiwa dan puluhan korban luka-luka tersebut.
"Sebab ini (terorisme) dampaknya lebih besar dibanding kita hanya bersilat lidah dan mempersoalkan hal-hal seperti itu," ujarnya.
Dengan demikian, lanjut Pramono, persoalan utama adalah bagaimana pihak kepolisian segera menangkap otak di balik peledakan dan mengungkap siapa pelaku bom.
"Jangan sampai ada yang bersifat misleading, ketika ada keyakinan pelakukanya Nur Sahid dan Ibrahim, ternyata DNA-nya nggak cocok. Malu lah kita. Nanti dipikir intelejen kita tidak memberikan hal yang baik," pungkasnya.
(lrn/yid)











































