"Golongan tua di Golkar siapa yang punya reputasi, hampir semua ga punya reputasi. Barisan tua-tua itu kalau jadi pemimpin jangan berharap citra positif partai naik apalagi jadi presiden," ujar Pengamat Politik dari Reform Institute, Yudi Latief.
Hal ini disampaikan Yudi dalam Seminar Politik bertajuk "Kepemimpinan Partai Golkar Antara Legenda Dan Masa depan", di Gedung DPR, senayan, Jakarta, Kamis (23/7/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aburizal bermasalah di Lapindo Brantas, Agung Laksono banyak citra buruknya saat menjadi ketua DPR," kata Yudi.
Menurut Yudi, Golkar butuh pemimpin baru yang membangkitkan Golkar seperti kejayaan masa lampau. "Paling tidak harus ada penyegaran itu, jangan sampai Golkar terus menjadi ban serepnya PD," imbuh Yudi.
Senada dengan Yudi, pengamat politik dari LIPI, Lili Romli, juga menyarankan reformasi kepemimpinan di tubuh Golkar. Posisi Golkar diibaratkan Lili, sudah jatuh tertimpa tangga.
"Pemimpin Golkar pragmatis, harus ada pemimpin dari pemodal menuju pemimpin yang memperhatikan kepentingan sipil," ujar Lili.
Sayangnya sekalipun Golkar punya segudang talenta muda, Lili meragukan kaum muda akan berkuasa di Golkar.
"Saya tidak pesimis Mas Yudi tapi agak berat melawan tokoh senior tersebut Apakah yang menang gagasan atau uang," katanya. (van/ken)










































