LIRA: Golkar Jangan Lacurkan Diri Minta Jatah Kabinet

LIRA: Golkar Jangan Lacurkan Diri Minta Jatah Kabinet

- detikNews
Kamis, 23 Jul 2009 14:05 WIB
LIRA: Golkar Jangan Lacurkan Diri Minta Jatah Kabinet
Jakarta - Partai Golongan Karya (Golkar) diminta untuk tidak melacurkan diri dengan meminta jatah kursi di kabinet yang baru. Sebaiknya, Golkar melakukan konsolidasi dan berada di luar sistem.

"Saya rasa cukup fair jika Golkar tahu diri untuk mengambil sikap berada di luar sistem dan tidak perlu merengek-rengek meminta jatah kursi dalam kabinet SBY-Boediono," kata Presiden Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Jusuf Rizal, dalam rilisnya yang diterima detikcom di Jakarta, Kamis (23/7/2009).

Menurut Rizal, Golkar sebenarnya tidak memiliki peran yang signifikan dalam memberikan dukungan kepada SBY, baik di Pilpres 2004 atau Pilpres 2009. Dia mencontohkan, pada Pilpres 2004, Golkar justru mendukung pasangan Wiranto-Salahuddin Wahid dan sekarang mendukung Jusuf Kalla-Wiranto.

"Jadi aneh, jika kemudian Golkar ngotot minta jatah kursi, apa pun alasannya. Padahal tidak pernah berkeinginan memperjuangkan kemenangan SBY-Boediono," jelas pria yang menjabat Presiden Direktur Center Relawan SBY-Boediono ini.

Namun, lanjut Rizal, kursi di kabinet merupakan keputusan SBY-Boediono. Penyusunan kabinet ini pun perlu dicermati oleh SBY agar dalam roda pemerintahan periode 2009-2014 bisa berjalan maksimal.

"Kalau memang ada figur-figur dari Partai Golkar yang dinilai memiliki kemampuan, SBY boleh saja mengakomodir. Tetapi bukan merupakan representasi dari Partai Golkar, melainkan lebih kepada kapasitas dan kapabilitas yang dimiliki," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Rizal juga berharap SBY bisa mengakomodir kaum muda yang profesional guna memperkuat pemerintahannya. Oleh karenanya, untuk periode 2009-2014 SBY diminta untuk memberikan kesempatan pada kaum muda.

"SBY-Boediono harus dapat mempersiapkan kader-kader muda untuk memimpin Republik Indonesia," tandasnya lagi. (zal/nik)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini