Berikut beberapa dari berbagai aksi yang tim SBY temukan di lapangan. Temuan dilaporkan Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Hadi Utomo ke Ketua Dewan Pembina PD SBY dalam Rakornas PD, di Gedung JIEC Kemayoran, Jakarta, Rabu (22/7/2009).
1. Penculikan Ketua DPC PD Subah oleh Bupati Batang, Jateng tanpa alasan jelas.
2. Penganiayaan 2 saksi SBY-Boediono di Way Kanan.
3. Pencontreng dua kali oleh tim dari pasangan lain di Pesisir Tengah, Lampung Barat.
3. Dugaan politik uang di Sragen olehΒ tim lain. Pelakunya sudah ditangkap berikut barang bukti.
4. Penyalahgunaan kekuasaan Bupati Tebu, Jambi, dengan mengarahkan massa pilih pasanan tertentu dengan janjikan listrik masuk Tebu Ilir.
5. Pengelembungan 200 suara di Halmahera Barat.
6. Kampanye hitam sistematis danΒ masif lewat SMS di hampir semua wilayah RI.
7. Dugaan kampnye di hari tenang dengan penyebaran undangan oleh aparat Indramayu untuk pilih capres tertentu.
8. Kampanye di minggu tenang dengan penyebaran brosur pasangan tertentu di Cirebon dan Indramayu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menyinggung kisruh DPT, menurut dia sebenarnya tidak perlu lagi menjadi masalah. Sebab MK sudah putuskan bahwa warga negara yang namanya belum ada dalam DPT bisa gunakan KTP atau passport sebagai indentitas di TPS pada pilpres 2009.
Atas laporan tersebut SBY ingatkan agar mengumpulkan bukti-bukti kuat lalu cepat menyalurkannya ke pihak yang berwenang. Tidak perlu para kader terlalu heboh atas masalah itu di media massa.
"Cara berpikir yang kontsruksit seperti itu. Tidak perlu jajaran PD bergaduh ria. Rakyat ingin segala sesuatunya tenang. Semua salurkan sesuai aturan," kata SBY.
(lh/mok)











































