Hal ini disampaikan oleh Koordinator Komite Pemilih (Tepi) Indonesia Jeirry Sumampow usai rekapitulasi manual hari pertama selesai dilakukan di Ruang Rapat Utama Gedung KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Rabu (22/7/2009).
"Format rekapitulasinya sangat membingungkan karena angka-angka yang ditampilkan itu sangat sulitlah mencocokannya. DPT nya sulit untuk dicocokkan dengan jumlah totalnya, jadi seolah-olah ini tidak ada masalah," ujar Jeirry.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seperti yang tadi kasus di Riau, bahkan mereka sendiri mengakui kalau mereka lalai dalam mencatat jumlah orang yang meninggal sehingga DPT-nya berubah. Ini kan bentuk pelanggaran sebenarnya," kata Jeirry.
(mok/mok)











































