"Kami juga harus diawasi. Ibaratnya, nggak mungkin sapu yang kotor bisa membersihkan," kata Ketua Bawaslu Nur Hidayat Sardini dalam jumpa pers di Kantor Bawaslu, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (21/7/2009).
Menurut Hidayat, pihaknya tidak bisa menjamin semua jajaran pengawas bersih. Karena itu dia meminta agar publik pun ikut aktif mengawasi mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hidayat menambahkan, Bawaslu tengah gencar-gencarnya menindaklanjuti temuan-temuan dugaan pelanggaran. Di antaranya adalah terkait keterlibatan pihak asing, dalam hal ini International Foundation for Electoral System (IFES), dalam perbaikan DPT dan penghitungan cepat KPU.
"Sesuai prosedur tetap kami, ungkapan-ungkapan kualitatif saja tidak cukup. Kami juga harus menyertakan bukti-bukti yang kuat," kata Hidayat.
(sho/yid)











































