Wawancara detikcom dengan beberapa sumber di internal DPP Golkar menjelaskan wacana mendahulukan Musyawarah Nasional (Munas) daripada Musyawarah Daerah (Musda) adalah bagian dari strategi pertarungan dua kubu ini.
Jika Munas dilakukan sebelum Musda, yang diuntungkan adalah kubu Ical Cs. Sebabnya konsolidasi Ical Cs dinilai lebih efektif dibanding Surya Paloh. Ical akan dengan mudah memenangkan pertarungan sebab sudah banyak pengurus DPD I maupun DPD II yang menyatakan mendukung Ical.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika hal ini yang terjadi, kedua kubu, baik Ical ataupun Paloh sama-sama harus bekerja keras untuk mendekati pengurus DPD I ataupun DPD II hasil Musda. Hal ini tentu akan membutuhkan waktu, tenaga dan biaya lagi bagi para kandidat.
Namun cara ini dinilai paling fair karena masing-masing kandidat akan memulai kerja politiknya dari nol. Hal ini berbeda jauh jika Munas dilakukan sebelum Musda.
Munas dilakukan setelah Musda juga membuka peluang bagi para kandidat baru yang akan ikut bersaing dalam bursa ketua umum Golkar. Tokoh seperti Yuddy Chrisnandi, Ferry Mursyidan Baldan dan lainnya akan memiliki peluang yang sama dengan Ical maupun Paloh untuk melakukan pendekatan kepada pengurus DPD hasil Musda.
Sebelumnya Ketua DPP Golkar Firman Subagyo mengatakan banyak DPD I maupun II yang mendesak pelaksanaan Munas Golkar dilakukan sebelum Musda. Hal ini dilakukan karena muncul wacana Munas Golkar untuk memilih ketua umum Golkar baru akan dipercepat dari jadwal semula.
(yid/iy)











































