"Setelah itu diumumkan, PDIP akan mengambil keputusan. Karena bisa saja diumumkan pemilu curang lalu diulang," ujar Ketua DPP PDIP Arif Budimanta kepada detikcom, Kamis (16/7/2009).
Sebelumnya beredar SMS yang berisi instruksi Ketua Dewan Pertimbangan Pusat (Deperpu) PDIP Taufiq Kiemas (TK) yang meminta PDIP merapat ke pemerintahan SBY. Alasannya sikap PDIP menjadi oposisi selama 5 tahun dinilai tidak efektif.
Arif menegaskan pandangan sebagian besar DPD PDIP di daerah menginginkan partai konsisten terhadap 3 hal yaitu menjaga kedaulatan NKRI, merawat Pancasila, dan mengawasi jalannya negara berdasarkan UUD 1945. Persoalan apakah PDIP tetap menjadi oposisi atau tidak menurutnya sangat ditentukan oleh 3 hal tersebut.
"Kecil kemungkinan (PDIP) ke sana. Kalau dilihat dari teman-teman daerah inginnya partai konsisten mengawasi pemerintah," tutup Arif.
Sekjen PDIP Pramono Anung, sebelumnya, juga telah membantah SMS yang mengisukan TK menginstruksikan PDIP merapat ke SBY. SMS itu ditegaskan tidak benar.
(Rez/iy)











































