Bawaslu akan menggelar pleno siang ini untuk mengambil keputusan final terkait masalah ini.
"Keterangan dari semua panwas kami yang diundang, tidak ada kampanye terselubung di situ . Kami akan bahas bukti-bukti itu untuk mengambil kesimpulan dalam pleno
hari ini," ujar anggota Bawaslu Wirdyaningsih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keterangan dari Menteri Dalam Negeri, Mardianto, juga meringankan SBY. Wirdyaningsih menjelaskan bahwa Mendagri mengklarifikasikan posisi SBY sebagai
kepala negara pada saat telekonference digelar, bukan sebagai capres.
"Hasil klarifikasi Beliau menjelaskan bahwa Presiden adalah kepala pemerintahan sehingga bertanggungjawab terhadap kelancaran Pemilu ini. Sebenarnya itu rapat kerja namun karena waktunya mendesak sehingga lewat telekonference," ujar Wirdyaningsih, mengutip perkataan Mendagri.
Mengenai kehadiran sejumlah anggota Panwas dalam telekonference tersebut, menurut Wirdyaningsih, hal ini tidak lebih dari sekedar peran dalam mengawal Pilpres.
"Kalau tidak diundang tentu tidak datang, dari Yogyakarta, Jateng, Jatim, Papua dan mana lagi saya lupa. Dalam fungsi pengawasan dan pelaksanaan Pilpres,"kata Wirdyaningsih.
(van/nwk)











































