"Pemeriksaan saya belum berakhir, Sabtu 18 Juli pagi akan dilanjutkan tentang pengurangan jumlah TPS. Sekarang saya sedang di Pontianak," ujar Ketua KPU Abdul Hafiz saat dihubungi wartawan, Rabu (15/7/2009).
Hafiz memaparkan, saat diklarifikasi oleh Bawaslu, ada tiga poin utama yang menjadi bahan pertanyaan. "Tadi saya ada 3 poin yang ditanyakan, tentang DPT, logistik, dan tentang bentuk kerjasama dengan IFES," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak benar itu, penghentian tabulasi itu karena sudah tidak ada lagi data yang masuk. Ditunggu-tunggu tidak ada lagi yang kirim SMS," jawabnya.
Dikatakan dia, dari sekitar ratusan ribu nomor yang melakukan registrasi, hanya ada sekitar 40 ribuan yang mengirimkan data hasil penghitungan lewat SMS.
"Jadi tidak benar hasil yang ditampilkan melalui SMS itu obyektif, kita tidak ada manipulasi data," sanggah Hafiz.
Hafiz justru mempersilahkan bagi pihak-pihak yang mencurigai keterlibatan IFES dalam tabulasi nasional untuk melakukan audit.
"Silakan diaudit saja hubungan kerjasama KPU dengan IFES," pungkasnya.
(nvc/irw)










































