Demikian bantahan Ketua DPP Partai Demokrat (PD) Andi Mallarangeng atas isu yang menyebut perolehan suara SBY-Boediono di bawah 50 persen dalam real count KPU. Tim Mega-Prabowo menuding bahwa itu pula penyebab tabulasi KPU dihentikan.
"Kami optimis dan realistis," kata dia pada detikcom, Rabu (15/7/2009).
Proses hitung manual hasil Pilpres 2009 saat ini berlangsung serentak di seluruh KPUD propinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia. Perkembangan hasilnya dapat dengan mudah diikuti publik karena diumumkan setiap hari di media massa lokal setempat.
"Dari situ kita pun kita sudah bisa menghitung sendiri hasil penghitungan manual. Insya Allah tidak banyak berbeda dengan hasil hitung cepat," imbuh Mallarangeng.
Hal serupa juga disampaikan Ketua DPP PD Anas Urbaningrum kepada detikcom. Menurutnya, berdasarkan data yang dilaporkan dari daerah-daerah, justru ada keyakinan perolehan suara SBY-Boediono melampaui hasil hitung cepat.
"Angka finalnya berapa, kami percayakan penuh kepada mekanisme rekapitulasi yang sudah diatur oleh undang-undang," kata mantan anggota KPU yang hari ini sedang berulang tahun itu.
(lh/yid)











































