"SBY sih nggak berpikir seperti itu (kembali lagi pada 2014). Kalau anaknya tampaknya akan diorbitkan menjadi politisi. Itu hak tiap warga. Apa itu KKN atau nepotisme itu dilihat dari kemampuan anaknya," ujar guru besar ilmu politik Universitas Indonesia (UI) Maswadi Rauf.
Maswadi mengatakan hal itu ketika dihubungi detikcom, Rabu (15/7/2009). Menurut dia jika putra SBY, Edhi Baskoro, memulai dari bawah, itu sah-sah saja. Toh, selain SBY beberapa tokoh politik lain juga sedang mengkader keturunannya menjadi tokoh politik seperti Megawati dan Amien Rais.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang jelas, kemampuan para putra/putri mahkota itu akan diuji selama dia bergelut di DPR 5 tahun ke depan. Di sana akan terlihat siapa-siapa saja yang mempunyai bakat kepemimpinan.
"Biar saja. Yang akan memutuskan perkembangan keadaan dan masyarakat. Saya nggak khawatir," tandasnya.
Β
Pada kesempatan malam ini SBY juga membantah dirinya menyiapkan Edi Baskoro sebagai putra mahkota untuk posisi Ketua Umum Partai Demokrat mendatang. Dia sadar benar putra bungsunya kini belum saatnya duduk di posisi yang berat itu karena masih sangat membutuhkan pelajaran dan pengalaman panjang membangun karier politik di masa mendatang.
"Sebagai caleg terpilih tentu pada saatnya Edi Baskoro akan mengabdi di DPR. Itulah saatnya nanti dia mulai belajar hingga pada waktunya emban tugas yang lebih berat lagi," jelas SBY.
(nwk/nrl)











































