"Langkah positif menurut saya, memang seharusnya begitu menaati komitmen pemberantasan KKN, itu kan bagian dari nepotisme, bagaimana pun KKN harus diberantas. Masih banyak lapangan kerja kenapa harus masuk pemerintahan semua," ujar Arbi saat berbincang dengan detikcom melalui telepon, Rabu (15/7/2009).
Tindakan SBY ini, menurut Arbi, dilakukan untuk mengklarifikasikan isu-isu negatif yang tidak sehat. Munculnya isu ini, Arbi menambahkan, dikarenakan rival SBY ketakutan jika SBY menjabat kembali untuk ketiga kalinya.
"Ini kan hanya ketakutan kalau SBY akan memperpanjang jabatannya lagi. Ini membuat SBY terganggu sehingga merasa perlu membahas isu jail tersebut," ujar Arbi.
Namun demikian, menurut Arbi, kemungkinan itu (keluarga SBY menjadi presiden) bukan berarti tertutup. Kemungkinan tetap ada namun harus dengan cara yang sesuai prosedur bukan KKN.
"Ini kan anaknya ada yang di partai, memang tidak menutup kemungkinan tapi harus mengelola partai dulu, kalau dia kompetitif bisa saja suatu saat tapi melalui prosedur seharusnya," imbuh Arbi.
Arbi malah berseloroh, "Ani yang lain" yang bisa saja maju pilpres lima tahun lagi. Menteri Keuangan Sri Mulyani disebutnya memiliki kans memimpin bangsa ini.
"Bukan Ani istrinya yang bisa tapi Ani menteri (Sri Mulyani) yang hebat masalah perempuan, sampai sekarang ini dia selalu disuruh membuat putusan hebat. Nah kalau ini tidak ada hubungan apa-apa," ujarnya serius.
(van/mok)











































