"Munas PG tidak boleh semata-mata sekadar penggantian pengurus dan memilih ketua umum. Munas harus menampilkan performa baru Partai Golkar yang memiliki rasa bangga berpartai dan menguatkan militansi kader partai menghadapi tantangan ke depan," kata fungsionaris DPP Partai Golkar Ferry Mursyidan Baldan kepada detikcom, Selasa (14/7/2009).
Menurut anggota komisi II DPR ini, Partai Golkar perlu mengemas Munas Golkar sebagai agenda tahunan biasa. Tidak perlu dikaitkan dan sangkutkan dengan wacana kegagalan Golkar dalam Pileg dan Pilpres kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan Ketua Umum PB HMI ini menambahkan, sebagai forum tertinggi 5 tahunan, agenda Munas yang terpenting adalah mendengarkan laporan pertanggungjawaban pengurus partai, menyusun agenda pokok untuk menghadapi Pemilu 2014, dan memilih atau menyusun pengurus baru. Mengenai jadwal pelaksanaannya akan diputuskan dalam rapim yang biasanya diselenggarakan sebelum Munas.
"Dengan demikian, secara institusional Partai Golkar dapat menyampaikan ke publik bahwa Partai ini mempunyai mekanisme internal untuk menyelesaikan berbagai hal perbedaan pandangan. Sehingga tidak ada kesan Munas diadakan menyusul hasil Pilpres, tetapi karena memang sudah waktunya, yakni tiap 5 tahun," paparnya.
"Karena itu, biarlah JK sebagai ketua umum partai memimpin dan mengantarkan Partai Golkar menyelenggarakan Munas dengan sebaik-baiknya. Tidak usah diganggu dengan isu dan manuver-manuver," pungkasnya.
(yid/iy)











































