Nasional Pilpres 2009. Bawaslu akan mengklarifikasi lebih detail kepada KPU soal keterlibatan IFES secara teknis dalam proses tabulasi tersebut.
"Kemungkinan besar kami akan mengklarifikasi lebih detail mengenai prosedur dan proses SMS cepat itu sebenarnya seperti apa? Seberapa jauh peran IFES di situ," kata
anggota Bawaslu Wahidah Suaib dalam jumpa pers di Gedung Bawaslu, Jl MH Thamrin, Jakpus, Senin (13/7/2009).
Bawaslu, lanjutnya, juga akan melihat seberapa besar otoritas KPU terhadap pemilihan konsultan, penyediaan perangkat dan penentuan sistem yang digunakan dalam Tabulasi Nasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bawaslu, kata Wahidah, juga akan mengecek bagaimana peran kontrol KPU dalam pengoprerasian Tabulasi Nasional.
"Tidak boleh satu pun tahapan dari mulai dari entry data masuk ke server, kemudian diolah menjadi sebuah data yang boleh lepas dari kontrol KPU sekalipun bekerja sama dengan siapapun. Itu kuncinya," tegas Wahidah.
Sementera itu mengenai laporan yang disampaikan Mega-Prabowo terkait dugaan kampanye terselubung oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada teleconference kesiapan pelaksanaan Pilpres, kata Wahidah, pihaknya masih dalam proses klarifikasi.
"Kami sedang mengklarifikasi ke panwas-panwas yang juga hadir dalam teleconference
tersebut," ujarnya.
(lrn/ndr)











































