jalan. Akan menjadi oposisi atau merapat ke SBY. Jika merapat ke SBY, bagaimana nasib Koalisi Besar yang pernah digalang Golkar dan PDIP?
"Tentu koalisi besar itu perlu dibahas kembali dan saya kira menuntut untuk dievaluasi," ujar Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin(13/7/2009).
Namun, menurut Agung, hingga kini belum ada keputusan resmi dari partai soal koalisi yang digagas mereka dengan PDIP itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agung sendiri nampaknya lebih condong pada pilihan terakhir yakni merapat ke SBY untuk melanjutkan kerjasama di pemerintahan yang sudah berlangsung sejak 2004 oleh duet SBY-JK.
"Menurut hemat saya tetap lebih baik seperti ini," tambah pria yang disebut-sebut mendorong percepatan Munas Golkar bersama Akbar Tanjung dan Aburizal Bakrie ini.
Menurut Agung tidak ada aturan yang mengatur soal partai oposisi. Yang penting menurutnya adalah tetap berjalannya mekanisme check and balances terhadap pemerintahan.
Agung pun menegaskan posisi Golkar hingga kini masih sebagai partai pendukung pemerintah. Keputusan itu sesuai Munas di Bali beberapa waktu yang lalu.
"Posisi formal partai seperti itu dan belum berubah," pungkasnya.
(Rez/ndr)











































