"Sebaiknya nggak usah, itu hanya menurunkan kehebatannya saja," ujar Zulfikar ketika berbincang dengan detikcom, Senin (13/7/2009).
JK sebaiknya menolak sebab jabatan Wantimpres dinilai tidak memiliki peran yang jelas selama ini. "Saya nggak tahu pertimbangannya (penawaran SBY ke JK), karena Wantimpres selama ini tidak berbuat apa-apa. Kita nggak tahu mereka ngapain. Coba, anggota Wantimpres tahu nggak siapa? Paling Buyung (Adnan Buyung Nasution) saja kan tahunya," tantang Zulfikar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Zulfikar, lebih baik JK kembali ke usaha bisnisnya. "Kembali saja menjadi orang biasa, kembali ke bisnisnya itu," usul Zulfikar kembali.
Berbeda dengan Zulfikar, Arie Sudjito, pengamat politik dari UGM menyatakan JK kemungkinan akan menerima tawaran tersebut jika permasalahan di partai yang dipimpinnya itu semakin meruncing.
"Kalau gesekan friksi menguat di tubuh Golkar, JK bisa menerima tawaran itu. Akan dilihat nanti yang menyerang itu siapa, JK akan berpikir ulang. JK akan selalu membuat mekanisme pertimbangan pasti tidak akan mengambil langkah radikal," jelas Arie.
Arie melanjutkan, penawaran terhadap JK tersebut wajar karena selama 5 tahun bersama, SBY juga merasakan jasa yang dilakukan oleh wakil presidennya itu.
"Kalau kemungkinan itu pasti, karena SBY tahu psikologis mantan pejabat seperti apa dan dia juga tahu dia terbantu JK," ucap dosen UGM ini.
"Sekeras-kerasnya kompetisi, bagaimanapun JK sudah 5 tahun bersama dengan SBY dan SBY bukan orang gampang mudah membenci seperti itu dan itu (tawaran ke JK) akan dimainkan untuk membawa suasana equal," imbuh Arie.
(amd/iy)











































