Bukan Institusinya, Tapi Pihak yang Punya Kepentingan Usaha

Golkar Cenderung ke SBY

Bukan Institusinya, Tapi Pihak yang Punya Kepentingan Usaha

- detikNews
Senin, 13 Jul 2009 09:04 WIB
Bukan Institusinya, Tapi Pihak yang Punya Kepentingan Usaha
Jakarta - Kecenderungan Partai Golongan Karya (Golkar) yang merapat ke pihak pemenang Pilpres, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono dinilai bukan merupakan kehendak institusi. Kecenderungan itu merupakan kemauan para personel Golkar yang punya kepentingan, utamanya kepentingan bisnis.

"Saya agak bingung lihat kondisi Golkar. Kalau dulu kita tahu itu klik ke anu, sekarang mereka pecah. Jadi apa betul mereka gabung ke SBY, kalau saya lihat lebih ke orangnya saja. Kalau institusi, kayaknya nggak mau," jelas pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Zulfikar Ghazali saat berbincang dengan detikcom minggu malam (12/7/2009).

Menurut Ghazali, pihak yang mendekat kepada SBY nantinya adalah para elit Golkar yang memiliki kepentingan terhadap dirinya sendiri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi itu masalahnya, ada orang-orang dalam Golkar yang ingin menyelamatkan usahanya jadi bukan pikirkan partainya. Masing-masing menyelamatkan dirinya," ujar Zulfikar.

Selain itu, Zulfikar melanjutkan, SBY juga tidak akan meminta kepada Golkar secara institusi untuk bergabung. "Kalau SBY kan juga nggak meminta ke Golkar, tapi ke pribadi-pribadinya," jelasnya.

Bagaimanapun, saat ini yang terpenting bagi Golkar adalah melakukan pembenahan internal partai. "Kadang-kadang Golkar tampak kayak zebra dan kadang-kadang kayak harimau. Blentang-blentong. Kita nggak tahu tampaknya apa sekarang. Paling aman, introspeksi dan perbaiki kondisi partai," ujar Zulfikar.

(amd/nrl)


Berita Terkait