Terendam Air Laut, 3000 Surat Suara di Sumenep Terancam Rusak

Terendam Air Laut, 3000 Surat Suara di Sumenep Terancam Rusak

- detikNews
Minggu, 12 Jul 2009 16:25 WIB
Terendam Air Laut, 3000 Surat Suara di Sumenep Terancam Rusak
Jakarta - Dokumen negara dan hasil rekapitulasi penghitungan suara Pilpres 8
Juli lalu di Kepulauan Masalembu, Madura terancam rusak terendam air laut.

Peristiwa itu terjadi pada saat PPK Masalembu, Sabtu (11/7/2009)
mengirimkan kotak suara dan rekapitulasi penghitungan suara ke KPUD Sumenep. Jarak tempuh dari Masalembu ke Pelabuhan Kalianget, Sumenep membutuhkan waktu 12-14 jam.

Laut di sekitar kepulauan bergolak. Gelombang laut mencapai 4-5 meter di Perairan Masalembu, membuat perahu yang mengangkut rekapitulasi penghitungan suara Pilpres hampir tenggelam,

Menurut pimpinan PPK Masalembu, Hisbullah, perahu yang ditumpanginya sempat hampir kehilangan kendali dan oleng. Beberapa kotak suara yang berisikan hasil rekapitulasi dan logistik Pilpres pun terendam air.

"Kotak suara yang kemasukan air tersebut berjumlah 10 kotak. Saat ini di jemur di halaman Kantor KPUD Sumenep di jalan Asta Tinggi, Kebonagung, Sumenep," kata Hisbullah kepada wartawan di Sumenep, Minggu (12/7/2009).

Hisbullah menambahkan, semua dokumen termasuk hasil rekapitulasi suara yang rusak diperkirakan berjumlah 3 ribu lebih.

"Saya tidak tahu pasti kondisi dokumen dan rekapitulasi suara itu, karena tidak berani membuka segel kotak suara dan segel dokumen. Prediksi saya semua rusak karena kemasukan air laut," kata Hisbullah.

Sementara itu Ketua KPU Kabupaten Sumenep, Thoha Samadi akan segera melakukan konsultasi dengan KPU Pusat terkait insiden ini. Laporan ini terkait rusaknya hasil rekapitulasi suara yang ada dalam kotak.

"Kalau hasil pilpres kan sudah ada model C yang dipegang masing-masing saksi pasangan calon. Jadi, kalau pun nanti dokumen itu rusak, maka KPU belum bisa mengeluarkan kebijakan apapun sebelum konsultasi ke KPU Pusat," tandasnya.
(yid/rdf)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini