Saat ini, SB masih berada di Singapura dalam rangka pemulihan setelah melakukan operasi sinusitis. Informasi yang didapatkan detikcom, SB baru akan pulang ke Jakarta pada 11 Juli 2009. Namun, dari Singapura, SB sudah menolak wacana itu dengan mengirimkan pesan supaya DPP PAN menunggu dia pulang sebelum mengambil keputusan.
Kabarnya, penolakan kubu SB itu disebabkan karena politisi asal Pekalongan itu masih menggalang kekuatan guna menyiapkan lawan Hatta Rajasa. Hatta Rajasa diplot menggantikan SB oleh kubu Amien Rais dan pendukung SBY-Boediono. Dan wacana KLB sepertinyaΒ memang sudah sulit dicegah, karena DPD-DPD PAN sudah solid untuk menggalang wacana itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang ada usulan KLB tanggal 15, tapi kan Mas Tris nggak setuju. Kabarnya beliau masih sedang recovery dari sakitnya. Tapi, ada info juga, penolakan Mas Tris karena beliau masih menggalang kekuatan untuk menyiapkan lawannya Bang Hatta," kata politisi PAN yang tidak mau disebut namanya itu kepada detikcom, Jumat (10/7/2009).
Menurut anggota parlemen itu, perseteruan antara kubu SB dan Hatta memang sudah tidak bisa lagi ditemukan titik komprominya. Hal ini disebabkan karena kedua orang ini sudah sama-sama memiliki pandangan politik dan pilihan politik yang berbeda. Ditambah lagi, SB merasa hasil kerja kerasnya selama ini dalam mempertahankan PAN tidak dihargai oleh Hatta Cs.
"Kalau melihat perbedaan yang ada antara kedua tokoh itu, memang sudah susah ada titik temu. Bang Hatta SBY banget, sementara Mas Tris masih bisa jadi ke Prabowo. Ditambah Mas Tris merasa ditelikung dan tidak dihargai sama sekali," paparnya.
Konflik di tubuh PAN ini bahkan sudah sampai kepada pengurus harian partai yang selama ini dikenal memperjuangkan reformasi. SB didukung beberapa ketua DPP PAN yang merasa kasihan dengan tindakan penzaliman Hatta Cs. Sementara Hatta didukung oleh arus besar PAN mulai dari Amien Rais, Sekjen PAN Zulkifli Hasan dan beberapa ketua DPP PAN.
"Bahkan DPW-DPW dan DPD PAN juga sudah terpengaruh dengan konflik ini. Namun, mayoritas DPW PAN bersikap realistis, sehingga mereka mendukung Bang Hatta dan meminta segera dilakukan KLB," paparnya.
Lalu bagaimana kans Totok Daryanto menghadapi Hatta? Sumber itu tidak mau menjelaskan lebih lanjut, tetapi dia hanya mengibaratkan sosok Hatta dan Totok.
"Anda tahu sendiri lah siapa keduanya. Anda tahu Bang Hatta, orang luar yang dipercaya Pak SBY menjadi komandan tim sukses. Dari situ saja dah bisa dilihat kapasitasnya. Sementara Totok, kan baru kali ini menjadi anggota DPR. Jadi anda nilai sendiri lah," pungkas dia.
(yid/asy)











































