"Rupanya ada saja kendala-kendala itu, baru 40.000 TPS masuk. Saya tidak tahu bagaimana nanti tim IT," keluh Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary usai salat Jumat di Kantor KPU, Jakarta (10/7/2009).
Menurut Hafiz, sebenarnya KPU sejak awal tidak menghendaki perhitungan melalui SMS. Namun karena banyaknya pihak yang ingin membantu dan mendanai sehingga Hafiz berubah pikiran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hafiz pun kembali menegaskan bahwa keseluruhan biaya pelaksanaan tabulasi SMS adalah gratis. KPU tidak mengeluarkan biaya sepeserpun. "Tidak keluar biaya apapun, tanpa uang kita bisa memberikan informasi kepada masyarakat. Tapi tetap kendalinya di IT KPU," ujar Hafiz membela.
KPU menargetkan minimal 100.000 TPS menyetorkan hasil perhitungan suaranya langsung seusai perhitungan di tingkat TPS. Hingga pusat tabulasi SMS ini ditutup, suara yang masuk baru 18.908.132, dengan posisi teratas SBY-BOediono (61,7 persen), disusul Mega-Prabowo (28,6 persen), dan JK-Wiranto (9,8 persen).
(van/yid)











































