Perjuangan Muhammadiyah Tak Terpengaruh Suara Sinis

Perjuangan Muhammadiyah Tak Terpengaruh Suara Sinis

- detikNews
Kamis, 09 Jul 2009 22:05 WIB
Perjuangan Muhammadiyah Tak Terpengaruh Suara Sinis
Jakarta - Dua ormas Islam terbesar, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) disebut-sebut memberi dukungan kepada pasangan JK-Wiranto. Jebloknya suara pasangan nomor urut 3 itu tak ayal menimbulkan suara sinis kepada dua ormas itu.

Terhadap suara-suara sinis itu, Muhammadiyah sebagai organisasi Islam tertua dan besar yang usianya lebih tua dari negara, dan telah berperan besar dalam penegakan kemerdekaan serta memberi sumbangsih besar dalam pembangunan bangsa, menyatakan, kebesaran Muhammadiyah tidak akan terkurangi dengan adanya suara-suara sinis yang ingin mengecilkan Muhammadiyah.

Demikian tulis Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin dalam rilis yang diterima detikcom, Kamis (9/7/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selanjutnya, Muhammadiyah sebagai gerakan moral amar makruf nahyi munkar, mengatakan senantiasa tanggap terhadap berbagai persoalan bangsa, dan tampil memberi solusi terbaik untuk kebaikan umum.

Muhammadiyah mendorong demokratisasi Indonesia dan mengawalnya untuk tetap berada pada jalur moral dan etika. Muhammadiyah mengharapkan Pilpres berlangsung jujur, adil, beradab dan bermartabat dan jauh dari kecurangan dan politik uang.

Oleh karena itu, Muhammdiyah tampil membantu memberi solusi terhadap masalah DPT yang sejak Pileg yang lalu mengalami kekisruhan. Bagi Muhammadiyah, satu orang pun warga negara yang memiliki hak pilih tapi terhalangi menggunakannya baik karena alasan administratif maupun politis adalah pengabaian terhada hak-hak politik rakyat yang dijamin Konstitusi.

"Alhamdulillah upaya ini berhasil dengan diperbaikinya DPT (walau dua hari sebelum Pilpres) dan ditemukan jutaan pemilih ganda, serta dibolehkan penggunaan KTP bagi yang tidak terdaftar di DPT," jelas Din lagi.

Din menambahkan, PP Muhammadiyah lewat Maklumat tentang pilpres memberi kriteria pemimpin yang layak dipilih adalah wujud tanggung jawab moral baik kebaikan bangsa. Bahwa diopinikan maklumat tersebut kurang diperhatikan oleh warga dalam pilpres, mungkin saja karena kurang sosialisasi, tidak disetujui karena budaya Muhammadiyah egaliter, atau karena ada faktor misterius yang membuat suara warga Muhammadiyah, mungkin juga NU, tidak tampak dalam hasil perhitungan suara.

Hal tersebut biasa saja. Kepada warga Muhammadiyh agar menyikapinya dengan biasa saja, dan dengan tetap memilihara kepercayaan diri bahwa Muhammadiyah adalah organisasi besar, dengan jasa besar bagi bangsa, dan tetap berbuat karya-karya besar bagi kemajuan bangsa dan negara, siapa pun yang memimpin negara ini.
(Rez/sho)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads