LSI: Pertarungan Pilpres Antara Mega-Prabowo dan SBY-Boediono

LSI: Pertarungan Pilpres Antara Mega-Prabowo dan SBY-Boediono

- detikNews
Kamis, 09 Jul 2009 18:04 WIB
LSI: Pertarungan Pilpres Antara Mega-Prabowo dan SBY-Boediono
Jakarta - Lembaga Survei Indoensia (LSI) menjelaskan pertarungan pada pemilihan presiden (pilpres) lalu antara capres SBY-Boediono dan Mega-Prabowo. Terutama pada isu soal kelas sosial.

"Dalam konteks ini pak JK agak susah ditempatkan. Nilainya disedot oleh pak SBY. Kelas sosial yang bertarung antara Mega dan SBY,"Β  ujar Direktur LSI Saiful Mujani di kantor LSI, Jl. Lembang Terusan, Jakarta Pusat, Kamis (9/7/2009).

Hal ini didasarkan pada hasil Exit Poll yang dilakukan oleh LSI di 2116 TPS yang tersebar diseluruh Indonesia pada Rabu (8/7/2009) kemarin. Populasinya adalah semua pemilih yang memilih ke TPS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Saiful, Posisi JK yang juga sebagai Wakil Presiden dari SBY menempatkannya dalam posisi yang sulit.

"Kalau Pak JK di luar faktor, karena efeknya ekonominya tidak ke pak JK. Perlu waktu lama agar posisi JK untuk jadi oposisi," kata dia.

Pada survei tersebut, pasangan capres SBY-Boediono mendapatkan suara yang hampir berimbang dari para pemilih yang berdomisili di pedesaan dan perkotaan.

"Dari pedesaan sebanyak 59% dan perkotaan 65%. Mega-Prabowo mendapat persentase 29% dari pedesaan dan 22% dari perkotaan dan sedangkan JK-Win 12% untuk daerah pedesaan dan 13% untuk perkotaan," jelasnya.

Pada tingkat pendidikan dengan latar belakang pendidikan yang beragam seperti dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP), Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA), dan perkuliahaan, rata-rata persentase pemiliha SBY-Boediono dari beberapa kategori di atas hampir sama.

"Pemilih Mega-Prabowo yang punya latar tingkat pendidikan rendah semisal SD sebesar 23,8%, dan SLTP sebesar 20.7%, SLTA 12,9%, dan kuliah 9,6%," tuturnya.

Lebih lanjut, Saiful menjelaskan bahwa para pemilih tersebut bahwa kebanyakan memilih pasangan capres dari berita eskpos ke media massa, khususnya televisi, koran, dan majalah. Megawat-Prabowo untuk televisi 24% dan koran/ majalah sebesar 25%, SBY-Boediono 63% pada televisi dan 62% untuk koran/majalah.

"JK-Wiranto sendiri 13% dari televisi dan 12% dari radio. Kalo pun ada media setting masyarakat bisa menyeleksi. tidak usah diplintir-plintirlah karena masyarakat tahu," candanya.

Meski begitu, berdasarkan survei tersebut, masyarakat memilih capres tertentu dengan beberapa pertimbangan semisal masalah program, kepedulian terhadap rakyat.

"Masyrakat akan memilih capres dengan melihat program yang dinilai meyakinkan sebanyak 38.6%, pro-rakyat 35.6%, mudah diingat 8.2%, dan berdasarkan agama 1%," sebutnya.

Survei ini menunjukkan juga bahwa massa partai pendukung JK-Wiranto sebanyak 41.4% dari responden memilih pasangan SBY- Boediono, dan 12.4% ke Mega-Prabowo. (fiq/ken)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads