Β
"Partai semakin tidak punya kendali yang penuh terhadap pemilih-pemilihnya. Jika dibandingkan pengurus partai daerah, elit partai lebih memilih konsultan politik," kata Direktur Riset Lembaga Survei Indonesia (LSI) Dodi Ambardi saat ditemui di Hotel Santika, Slipi, Jakarta, Kamis (9/7/2009).
Β
Dodi menjelaskan, kemenangan SBY-Boediono lebih dikarenakan pembentukan figur SBY begitu kuat dibandingkan kandidat lainnya. Koalisi partai pendukungnya tidak terlalu signifikan mendongkrak perolehan partai.
Β
Mungkin saja, imbuh Dodi, partai tidak memerlukan pengurus cabang untuk memenangkan setiap pemilu.
Β
"Ke depan akan ada yang namanya Transformasi kepartaian, dimana kalau UU Parpol tidak mewajibkan mempunyai cabang mungkin tidak diperlukan cabang-cabang," ujarnya.
Β
Pengamat Politik dari LIPI Syamsuddin Haris menambahkan,Β besarnya peran konsultan politik memoles figur kuat SBY belum menunjukan ketokohan yang rasional. Berbeda dengan figur Presiden Obama yang membangun image berbasis isu.
Β
"Di Indonesia itu yang ada itu baru image buliding (membangun pencitraan) bukan ketokohan berbasis isu, seperti Obama yang mengusung isu tertentu yang berbeda dengan pemerintahan Bush sebelumnya," jelasnya.
(ape/ken)











































